PJJ GBKP II 15-21 MARET 2026 II MEMBUAT RENCANA YANG MATANG II AMSAL 21:5

 PERPULUNGEN JABU-JABU GBKP

15 – 21 MARET 2026

===========================

 

MEMBUAT RENCANA YANG CERMAT

AMSAL 21:5

 

LATAR BELAKANG

1.     Firman Tuhan kita merupakan bagian dari hikmat raja Salomo, yang bertujuan agar bangsa Israel memahami maksud dan tujuan kehidupan, dan secara khusus hidup dalam kesejahteraan. Karena hikmat Salomo termasuk firman Tuhan merupakan fondasi transformasi bagi bangsa Israel. Jadi hikmat Salomo bukan hanya sekedar kecerdasan intelektual tetapi untuk membangun umat Israel yang sejahtera dan takut akan Tuhan.

2.     Dalam firman Tuhan : Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Ini tentunya harus kita lihat dari latar belakang sosial bangsa Israel. Bangsa Israel penduduknya adalah petani dan peternak. Kehidupan umat Israel tergantung pada pertanian dan ternak. Dengan kata lain keberhasilan hidup sangat tergantung pada ketekunan dalam pengelolaan tanah dan ternak. Untuk itu Salomo memahami bahwa orang yang rajin bukan sekedar bekerja keras secara fisik, tetapi mereka yang memiliki rancangan (perencanaan). Dalam bahasa Ibrani : rancangan tersebut membunyai makna ketajaman dan ketekunan yang terukur. Dipihak lain, Hikmat Salomo ini mengkritik orang yang bekerja secara tergesa-gesa. Orang yang bekerja tergesa-gesa menginnginkan hasil yang instan tanpa memikirkan proses yang benar. Dalam budaya agraris memanen sebelum waktunya atau menanam tanpa persiapan lahan akan berakhir pada kegagalan total.

3.     Hikmat Salomo ini juga mau menekankan niat baik, tidak cukup. Untuk mendatangkan keberhasilan atau kelimpahan harus dengan rancangan yang matang. Perlu diketahui bahwa rancangan yang matang adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk program atau desain yang baik. Dan karena ini menyangkut angraria dan peternakan, tentunya umat Israel harus memperhitungkan lahan yang baik, cuaca yang baik serta bibit yang baik dan waktu panen yang baik. Sehingga baik tanaman maupun ternak akan mendatangkan hasil yang sempurna.

4.     Salah satu makna hikmat raja Salomo adalah raja salomo membanding-bandingkan akan kebaikan dan keburukan, sama seperti firman Tuhan kita, raja Salomo mengatakan bahwa rancangan yang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Maksud dari ini, agar umat Israel melihat sesuatu yang didapatkan, itu harus melalui proses bukan dengan instan. Dan untuk mendapatkan hasil yang melimpah seorang petani dan peternak harus menggunakan strategi dan visi yang jelas, dan juga mempunyai ketekunan. Harus diketahui bahwa ketekunan mempunyain arti  sikap mental dan tindakan nyata untuk terus berusaha secara konsisten, bersungguh-sungguh, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan, meskipun dihadapkan pada kesulitan, rintangan, atau kebosanan. Beda halnya dengan orang tergesa-gesa. Pengertrian tergesa-gesa dalam firman Tuhan kita adalah bertindak tanpa pertimbangan, mengabaikan proses, kurang berhikmat bahkan dibaliknya itu ada keserakahan. Dan orang yang melakukan ini akan mengalami kekurangan. Pengertian mengalami kekurangan dalam firman Tuhan adalah hasil yang tidak memadai sehingga terjadi kekurangan finansial atau kerugian karena melakukan pekerjaan tidak dengan perencanaan yang matang.

5.     Memang raja Salomo seakan-akan berbicara mengenai seseorang yang rajin akan mendatangkan kelimpahan, padahal dibalik semuanya itu, Salomo mau menekankan bahwa umat Israel baik sebagai petani maupun peternak harus mempunyain hikmat dari Tuhan. Dan kalau mempunyai hikmat, maka umat Israel harus takut akan Tuhan (Amsal 1:7). Dan orang yang mempunyai hikmat akan melihat bahwa semuanya (keberhasilan) datangnya dari Tuhan. Karena walaupun manusia telah merencanakan dengan baik tanpa campur tangan dari Tuhan, semuanya akan sia-sia. Dengan demikian kelimpahan yang dialami oleh umat Israel, dilakukannya karena benar dimata Tuhan.

 

APLIKASI

            Dalam kehidupan bergereja, kita bukan saja difasilitasi untuk beribadah, atau tujuan gereja, khususnya GBKP bukan hanya sekedar bahwa anggota jemaat GBKP mempunyai tempat ibadah tetapi lebih dari pada itu yaitu jemaat GBKP mempunyai spiritualitas yang dewasa dan hidup dalam keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus. Oleh sebab itu gereja GBKP mempunyai perencanaan yang matang untuk itu. Dalam program pelayanan GBKP, ada program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Semuanya ini ada dalam roadmap GBKP 2026-2045 (panduan strategis yang menguraikan tujuan jangka panjang program GBKP).  Dan semua program pelayanan ini terjadi lewat penilitian. Khusus garis besar program lima tahun (2026-2030), penekanannya adalah relasi : Tuhan, diri sendiri, keluarga, orang lain, ciptaan Tuhan. Dan khusus untuk program pelayanan tahun 2026 menitik beratkan pada relasi dengan  Tuhan. Oleh sebab itu program utama gereja/ jemaat adalah: 1). Ibadah rumah tangga. 2). Retreat spiritulitas. 3). Kelompok doa kecil. 4). Pelatihan kepemimpinan rohani. 5). Pengembangan Liturgi tematik. 6). PA dan PJJ berkualitas. 7). Katekisasi yang menjawab tantangan anak.

            Sangat diharapkan bahwa jemaat yang merupakan basis pelayanan gereja GBKP secara universal melakukan ini dengan cermat yang dituangkan dalam program-program pelayanan gereja. Sebab dengan melakukan ini, apa yang kita harapkan dalam kita bergereja, khususnya spiritualitas akan semakin dewasa, sehingga persekutuan kita dengan Tuhan semakin baik dan terlihat dalam kehidupan bersama, yaitu persekutuan kita akan baik juga. Kita akan lebih menghargai dan menghormati satu dengan yang lain. Dengan demikian baik kehidupan pribadi, keluarga dan gereja akan semakin baik dan dewasa.

 

Pdt. Stevenson Kumenit.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHOTBAH MINGGU GBKP II PASSION IV II PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN II MAZMUR 31:15-19

SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH (KISAH PARA RASUL 10:1-2)

LAKUKAN KEADILAN (AMOS 5:7)