SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH (KISAH PARA RASUL 10:1-2)
SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH
KISAH PARA RASUL 10:1-2
LATAR BELAKANG
1. Memang pembacaan kita terbatas hanya dua ayat, Kisah Para Rasul 10:1-2, tetapi untuk dapat memahami konsekwensi logis dari ketaatan atau kesalehan dari Kornelius, sebaiknya kita membanca satu pasal yaitu Kisah Para Rasul 10:1-48.
2. Dalam firman Tuhan disampaikan bahwa di Kaisirea ada seorang yang bernama Kornelius adalah seorang perwira pasukan Italia. Nama pasukan Italia ini karena semua berasal dari Italia. Korenelius bukan hanya perwira biasa tetapi merupakan seorang perwira centerion, yaitu perwira angkatan darat elite (Pasukan khusus), yang sangat terkenal dengan kehebatan tempur dan kepemimpinan di garis depan, jadi merupakan tulang punggung legiun Romawi (unit militer besar). Kornelius adalah seorang yang saleh, Kornelius dan seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
3. Walaupun Kornelius orang saleh dan takut akan Tuhan tetapi dia bukanlah seorang yang proselit (orang non Yahudi yang telah masuk agama Yahudi dan di sunat serta mengikuti tradisi agama Yahudi). Tetapi seorang non Yahudi yang percaya kepada Allah dan hidup saleh serta melakukan kasih, yaitu dengan memberikan sedekah kepada orang-orang miskin, ibu-ibu janda serta anak yatim piatu orang Yahudi. Dengan kehidupan pribadi yang saleh dan taat serta senang dan suka memberi sedekah sehingga kehidupan Kornelius berkenan kepada Allah. Kehidupan yang saleh dan takut kepada Allah berarti menunjukkan pribadi yang taat dan menjalankan ibadah dan berdoa. Perlu diketahui Korenelius hanya menyembah kepada Allah saja, tidak dicampurkan dengan agama lain, atau agama dan kebiasaan Romawi. Dengan kata lain, Korenelius telah meninggalkan penyembahan berhala dan tahkyul dan kebiasaan serta tradisi masyarakat, tentara Romawi. Kornelius hanya menyembah kepada Allah saja.
4. Kalau kita membaca ayat 3-4, dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang jelas dan tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata, Kornelius semua doa dan sedekahmu telah naik kehadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Di sini bisa dikatakan bahwa doa dan sedekah yang diberikan oleh Kornelius benar-benar tulus. Dan telah naik ke hadirat Allah, berarti apa yang dilakukan oleh Kornelius benar-benar berkenan kepada Allah sehingga menerimanya.
5. Kornelius yang adalah kepala keluarga atau pemimpin keluarga bukan hanya dia sendiri yang percaya dan takut kepada Allah, tetapi seisi rumah takut kepada Allah, sehingga Allah mengutus Petrus untuk membaptis seisi rumah Kornelius. Kalau kita berbicara seisi rumah berarti semua yang tinggal di rumah Kornelius, istri, anak, dan pembantu. Jadi tidak sebatas keluarga saja.
APLIKASI
Kehidupan spritualitas seorang bapa atau kepala keluarga mampu membuat keluarganya dan bahkan seisi rumahnya takut kepada Allah. Spritualitas seorang bapa di tengah-tengah keluarganya akan terlihat lewat tanggungjawabnya terhadap keluarga, dan rajin ke gereja untuk beribadah serta mengambil bagian dalam aktivitas gereja, lebih dari pada itu seorang bapa memperhatikan dan bertanggungjawab terhadap spritualitas keluarganya.
Memang kehidupan dunia ini membutuhkan kerja keras agar kita hidup, tetapi bukan berati kita harus mengabaikan kehidupan keluarga dan relasi intim kita dengan Tuhan. Sama seperti Kornelius walaupun dia sibuk dalam kemiliterannya tetapi dia tidak terpengaruh dengan kehidupan militernya, Kornelius tetap memperhatikan keluarganya dan hidup takut akan Tuhan. Sehingga bukan keluarganya saja yang menjadi takut akan Tuhan dan dibaptis, tetapi seisi rumahnya menjadi takut akan Tuhan dan dibaptis hidup dalam keselamatan.
Sebagai seorang bapa, apapun kesibukan kita, kita harus menyediakan waktu kita untuk menyembah kepada Allah, dan harus kita ketahui menyembah kepada Allah akan membawa implikasi atau dampak positif dari iman kita, yaitu suka dan senang memberi dan membantu orang lain. Dengan demikian apa yang kita lakukan, keluarga bahkan siisi rumah kita akan diberkati oleh Tuhan. Untuk itu sebagai seorang bapa harus punya pengertian bahwa hidup menyembah kepada Allah satu hal yang sangat penting, karena kita akan terbebas atau tidak akan terayu dengan tawaran-tawaran dunia ini yang bisa mencelakakan kita. Jadi, Jadikanlah keluarga kita menyembah kepada Allah saja, sehingga keluarga kita diberkati Tuhan.
Pdt. Stevenson Kumenit.
Komentar
Posting Komentar