KHOTBAH MINGGU GBKP II PASSION IV II PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN II MAZMUR 31:15-19
KHOTBAH MINGGU PASSION IV
8 MARET 2026
=========================
PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN
MAZMUR 31:15-19
LATAR BELAKANG
1. Firman Tuhan kita ini merupakan doa dari Daud untuk meminta pertolongan kepada Tuhan. Daud hanya berlindung kepada Tuhan saja, karena dia memahami akan eksistensi Tuhan. Daud tahu bahwa siapa yang menyembah berhala-berhala akan dibenci Tuhan. Oleh sebab itu Daud hanya menaruh harapan pertolongan kepada Tuhan saja. Daud hanya berlindung kepada Tuhan saja. Ini dilakukan Daud karena dia berada dalam himpitan musuh-musuhnya. Dan ini menjadi beban batin yang sangat berat bagi Daud.
2. Doa minta pertolongan Daud ini kepada Tuhan, karena ada yang menginginkan Daud mati. Ada dua hal yang terjadi, pertama : Daud dikejar oleh musuh-musuh, tentara raja Saul. Daud dikejar bukan saja untuk ditangkap tetapi untuk dibunuh. Perlu diketahui Saul adalah raja bangsa Israel, akan tetapi karena raja Saul tidak mengindahkan perintah Tuhan, sehingga Tuhan tidak lagi berkenan kepadanya. Tuhan mengeraskan hati Saul, dan Tuhan memberhentikan Saul menjadi raja bangsa Israel, dan menggantikan dengan Daud. Daud ditetapkan Tuhan menjadi raja bangsa Israel. Perlu juga diketahui bahwa pemerintahan bangsa Israel ditentukan langsung oleh Tuhan dalam hal ini teokrasi (pemerintahan Tuhan atau kedaulatan Tuhan). Tuhan adalah pemegang otoritas tertinggi , mutlak dan transensden atas bangsa Israel. Oleh sebab itu raja bangsa Israel dipilih dan diangkat oleh Tuhan. Karena raja bangsa Israel dipilih dan diangkat oleh Tuhan maka raja bangsa Israel harus mengikuti dan patuh pada perintah Tuhan. Sebab Tujuan Tuhan memilih dan mengangkat seorang raja, bukan sekedar bahwa ada raja yang memerintah dalam bentuk politik pemerintahan, tetapi dalam rangka mengantar atau melindungi umat Israel agar tetap menyembah kepada Tuhan saja, yaituTuhan yang mengantar umat Israel keluar dari tanah perbudakan, bangsa Mesir. Raja Saul tidak melakukan hal itu. Itulah sebabnya dia diganti oleh Daud. Akan tetapi raja Saul karena telah dirasuki oleh kekuasaan, dia tidak restui Daud menjadi raja bangsa Israel. Itulah sebabnya Daud dikejar-kejar oleh tentara raja Saul, sehingga Daud harus melarikan diri dan bersembunyi. Kedua : Secara sosial, Daud difitnah sehingga menurut Daud hal itu menjadi ketakutan bagi tetangga-tetangganya, menjadi kejutan bagi kenalan-kenalannya dan bahkan mereka yang melihat Daud di jalan lari. Mereka semua menghindar (ayat 12).
3. Daud benar-benar merasa tergoncang jiwanya. Dalam situasi demikian Daud tidak meminta pertolongan kepada berhala-berhala yang ada disekitarnya, akan tetapi secara total Daud menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Memang Daud merasa seakan-akan dunia tidak berpihak kepadanya, tidak ada perlindungan dunia ini terhadap dirinya. Walaupun demikian Daud tidak mencari dan meminta pertolongan kepada berhala-berhala, Daud percaya benar akan pertolongan dan perlindungan Tuhan. Untuk itu Daud meminta pertolongan kepada Tuhan saja, karena Daud benar-benar merasa aman dalam pertolongan Tuhan. Oleh sebab itu kalau kita baca pada ayat 4, Daud mengatakan Tuhan adalah bukit batuku dan pertahananku. Perlu diketahui bahwa dalam dunia kuno, bukit batu adalah tempat perlindungan yang aman secara fisik dari kejaran musuh dan cuaca yang ekstrem. Daud mengatakan bahwa Tuhan adalah bukit batuku dan pertahananku ini merupakan ungkapan iman yang sangat dalam di tengah keberadaan Daud yang tertekan bahkan jiwanya berada dalam kegalutan.
4. Kalau kita melihat firman Tuhan kita, kita akan mendapatkan bahwa dalam satu penderitaan yang cukup berat yang dirasakan oleh Daud, iman Daud tidak hilang, bahkan Daud mengaku akan eksistensi Tuhan yang sangat berdaulat. Tuhan yang berkuasa. Daud sangat menyakini akan kuasa Allah. Oleh sebab itu dalam ayat 15, Daud mengatakan bahwa “kepada-Mu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata Engkaulah Allahku. Ini merupakan turning point (titik balik) dari iman Daud. Bagaimana Daud secara total percaya kepada Tuhan saja. Daud merasa hanya Tuhan saja yang bisa memberikan satu keamanan. Hanya Tuhan saja yang bisa melindunginya, baik dari kejaran musuh-musuh, orang-orang yang menghindar dan mereka yang takut mendekati Daud, bahkan dalam jiwa Daud yang tertekan. Daud merasa hanya Tuhan bisa menyelamatkan dia dan memberi ketenangan jiwa.
5. Daud sangat memahami walaupun dia berada dalam kehidupan yang sengsara, tetapi Daud sangat yakin akan kehidupannya tidak berada di tangan musuh-musuhnya tetapi berada di dalam tangan Tuhan. Oleh sebab itu dalam ayat 16, Daud mengatakan bahwa masa hidupku berada dalam tangan-Mu, lepaskan aku dari musuh-musuhku dan orang yang mengejar aku. Bahkan dalam ayat 17, Daud mengatakan bahwa buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-MU. Di sini Daud memohon agar Tuhan menolongnya. Senyuman dan kehadiran Tuhan yang bisa memulihkan semuanya, baik menyelamatkan Daud dari kejaran musuh-musuh maupun orang-orang yang mengejarnya, bahkan jiwa Daud yang galau dan tertekan akan dipulihkan. Dalam pertolongan Tuhan, Daud tidak akan merasa malu karena Daud adalah hamba Tuhan. Maksudnya sebagai hamba Tuhan ada perlindungan Tuhan, sehingga tidak ada orang yang menganggap remeh kepada hamba Tuhan bahkan Tuhan sendiri. Perlu diketahui bahwa dalam dunia kuno, malu bukan hanya sekedar perasaan malu, melainkan kegagalan total oleh penolongnya. Untuk itu Daud memohon agar imannya kepada Tuhan tidak sia-sia di mata publik. Justru yang mendapat malu adalah orang yang tidak berlindung kepada Tuhan. Orang yang tidak menaruh percaya kepada kedaulatan Tuhan. Inilah yang diminta Daud agar musuh-musuh dan orang yang mengejar dia mendapat malu dan dihukum Tuhan, mereka akan mati. Dipihak lain agar Tuhan menghentikan cibiran fitnahan orang-orang terhadap dirinya, karena hanya Tuhan yang bisa melakukan itu semua.
APLIKASI
Kalau kita melihat akan kehidupan kita, penderitaan hidup kita kadangkala terjadi karena orang lain, apakah mereka tidak senang kepada kita dengan berbagai-bagai alasan yang ada kepada mereka, atau karena fitnahan-fitnahan yang ada, sehingga membuat diri kita merasa galau dan tertekan. Atau kita mengalami berbagai-bagai penderitaan. Tentunya harus kita pahami tenaga, pikiran kita tidak sanggup untuk menghalau semuanya itu. Dunia dan orang lain tidak sanggup membantu dan menolong kita, hanya Tuhanlah yang bisa menolong kita. Hanya Tuhanlah yang bisa membuat ketenangan pada jiwa dan kehidupan kita. Oleh sebab itu kita harus berdoa memohon kepada Tuhan agar Tuhan memperhatikan kehidupan kita, Tuhan memperhatikan persoalan dan penderitaan hidup kita dan memohon agar Tuhan menyelamatkan kita.
Walaupun kita berada dalam penderitaan bukan berarti kita tidak bisa melayani. Jangan kendor semangat kita untuk melayani Tuhan. Mari kita lihat tentang Paulus. Walaupun Paulus berada dalam penjara dan ini merupakan salah satu penderitaan Paulus, tetapi Paulus tetapi melayani. Paulus tetap memberi kekuatan dan motivasi kepada jemaat Filipi. Dalam Filipi 1:3-8, Paulus mengatakan bahwa dia senantiasa mengucap syukur kepada kepada Tuhan setiap kali dia mengingat jemaat Filipi. Paulus seringkali mendoakan jemaat Filipi dengan sukacita. Ada kerinduan Paulus kepada jemaat Filipi. Dan perlu diingat ternyata penderitaan tidak membuat Paulus lari dari panggilannya. Paulus tetap melayani Tuhan walaupun lewat doa.
Kita lihat di sini ada satu benang merah yang dilakukan oleh Paulus di jemaat Filipi dan yang dialami oleh Daud. Di mana di dalam penderitaan mereka tetap memandang Tuhan sebagai yang maha kuasa yang dapat menolong kita. Untuk itu iman kita jangan hilang karena masalah dan penderitaan yang kita alami. Kita tetap memohon agar Tuhan memperhatikan kita dan meminta agar Tuhan menyelamatkan kita.
Pdt. Stevenson Kumenit.
Komentar
Posting Komentar