LAKUKAN KEADILAN (AMOS 5:7)
AMOS 5:7
LAKUKAN KEADILAN
LATAR BELAKANG
1. Kecaman nabi Amos kepada bangsa Israel khususnya para penguasa (Pemimpin bangsa, agama, orang kaya) yang tidak menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya dengan baik. Para penguasa telah melakukan ketidak adilan di tengah-tengah masyarakat sehingga terjadi penindasan dan pemerasan, sehingga yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Dengan kata lain terjadi kesenjangan sosial.
2. Ketidak adilan yang terjadi mengganggu tatanan sosial pada waktu itu, sehingga masyarakat kecil dan miskin tidak tahu lagi mau mengadu untuk mendapat keadilan di mana, sebab penguasa dan orang kaya telah berkolusi (kerjasama) untuk melakukan ketidakadilan. Para penguasa dan orang kaya telah memutarbalikan keadilan menjadi ipuh dan menginjak kebenaran ke tanah. Perlu diketahui Ipuh adalah pohon beracun. Getahnya sangat beracun.
3. Waktu zaman nabi Amos ekonomi bangsa Israel berada dalam kemakmuran, tetapi moralitas merosot sehingga hukum diperjual beli. Orang miskin tertindas dan suap merajalela. Hukum disalahgunakan untuk menindas orang miskin demi keuntungan pribadi.
4. Keadilan yang seharusnya melindungi dan membawa kehidupan, diubah menjadi ipuh (racun) yang menyakitkan dan mematikan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kecil (misikin).
5. Menurut nabi Amos praktek ketidakadilan ini berarti tindakan kejahatan kepada Allah. Karena Kejahatan kepada Allah berarti Allah tidak berkenan kepada mereka dan akan menghukum mereka.
APLIKASI
Keadilan adalah cerminan karakter Allah yang menghendaki perlakuan benar, tidak memihak, melakukan kasih dan hidup dalam kebenaran. Dengan demikian kita bisa mengetahui bahwa Allah yang kita sembah, hormati dan takuti adalah Allah yang adil yang mencintai kebenaran dan membenci kefasikan.
Orang Kristen dengan melakukan ketidakadilan berarti dia memutarbalikkan kebenaran, sehingga dengan sendirinya dan dalam kesadaran melakukan penindasan baik secara verbal maupun non verbal. Dengan demikian dia telah memberontak kepada Allah, melakukan dosa kepada Allah. Kenapa demikian karena Allah mengasihi manusia dan membela hak-hak orang kecil dan benar. Lebih daeri pada itu Allah adalah adil.
Perlu kita ketahui keadilan itu bukan abstrak atau hanya sebatas konsumsi pengetahuan saja, tetapi harus dilakukan agar cerminan Allah dalam diri kita terlihat dan dirasakan oleh orang lain.
Tujuan keadilan : 1). Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan kedamaian. Dengan kata lain, pertama menciptakan keadilan sosial : agar tidak ada kesenjangan di tengah masyarakat. Kedua Pemberian hak yang layak : Memberikan perlakuan yang setara dan apa yang menjadi hak individu. 2). Dalam Alkitab : Tujuan keadilan adalah mencerminkan sifat Allah yang adil, menegakkan tatanan moral di bumi, serta memberi perlindungan yang pantas bagi orang yang rentan.
Dalam kita melakukan keadilan berarti kita taat dan patuh kepada Allah dan memproklamirkan karakter Allah dalam diri kita.
Lembaga peradilan dan moral untuk diberkati Tuhan harus melakukan keadilan.
Pdt. Stevenson Kumenit.
Komentar
Posting Komentar