PA MORIA GBKP, 8-14 MARET 2026 II BANGSA YANG BESAR II KEJADIAN 12:1-3

BANGSA YANG BESAR

KEJADIAN 12:1-3

===============================

LATAR BELAKANG

1.     Firman Tuhan kita ini merupakan satu narasi mengenai pemanggilan Abram yang kemudian menjadi Abraham. Dalam pemanggilan ini merupakan hak preogatif Tuhan untuk menjalankan rencana keselamatan-Nya di tengah-tengah dunia ini. Dan pemanggilan Abram ini merupakan titik awal dari terbentuknya umat Israel yang akan mendiami tanah Kanaan. Kenapa demikian? pertama : Allah menyuruh Abram untuk pergi ke negeri yang ditunjukkan Tuhan (yang kemudian diketahui adalah tanah Kanaan). Kedua : menjadikan bangsa yang besar (umat Israel dan keturunan Abraham).

2.     Negeri Ur Kazdim (sekarang adalah Irak) merupakan satu negeri atau pusat beradapan sumeria dan penyembahan berhala yang maju. Sumeria ini adalah negeri, sedangkan Ur Kasdim adalah bagian dari negeri Sumeria. Mereka menyembah dewa Sin (dewa bulan).  Oleh sebab itu orang tua Abram (Terah, yang merupakan keturunan kesembilan dari Sem, putra Nuh) dan seluruh keluarganya menyembah kepada berhala (bdk. Yos. 24:2). Untuk itu ketika Allah menyuruh Abram pergi dari negerinya, Ur Kasdim (ayat 11), berarti Allah menyuruh sekaligus memerintahkan agar Abram meninggalkan kepercayaan dan penyembahan berhala, dan hanya patuh menyembah kepada Allah saja.  

3.     Ketika Abram meninggalkan Ur Kasdim berarti Abram meninggalkan identitas, kenyamanan dan masa depannya, karena perlu diketahui bahwa pada waktu itu identitas, kenyamanan dan masa depan seseorang ada pada keluarga dan tanah kelahirannya. Kenapa demikian karena orang tersebut sudah memahami seluk beluk keluarga dan tanah kelahirannya. Keluarga bisa saling menopang dan membantu apabila ada masalah, begitu juga dengan sanak saudara bisa saling memperhatikan satu dengan yang lain. Maka dengan Abram pergi dan keluar serta memisahkan diri dengan keluarganya pergi ke negeri yang belum diketahui oleh Abram berarti Abram meninggalkan dan melepaskan sona nyamannya dan masa depan hidupnya di negeri itu. Kalau kita memahami tentang latar belakang keluarga Abram, adalah keluarga yang berkecukupan, keluarga peternak. Dan negeri Ur Kasdim adalah negeri yang subur dan kaya. Tetapi ketika Abram pergi dari negerinya, Abram belum melihat masa depannya, saja ada janji yang diberikan Tuhan kepada Abram, yaitu Allah akan membuat Abram menjadi bangsa yang besar. Allah akan memberkati Abram dan membuat nama Abram menjadi masyur dan Abram akan menjadi berkat. Allah akan memberkati orang-orang yang memberkati Abram, dan mengutuk orang yang mengutuk Abram. 

4.     Apakah Abram mengikuti panggilan atau perintah Allah untuk keluar dari negerinya karena janji dan berkat yang diberikan Allah kepadanya? Di satu pihak itu ada benarnya, karena Allah menyentuh sisi kemanusiaan Abram yang ingin mempunyai masa depan yang lebih baik, tapi dipihak lain, Abram mengikuti perasaan batinnya untuk menyembah kepada Allah yang benar. Allah pencipta langit dan bumi. Allah yang maha kuasa. Karena perlu diketahui dalam tradisi Yahudi (Midrash : satu tafsiran Yahudi untuk menjelaskan sesuatu)  sering menceritakan bahwa  sejak kecil Abram secara logis menolak penyembahan berhala karena ia merasa patung kayu dan batu tidak mungkin menciptakan alam semesta. Itulah sebabnya pada waktu Allah memanggil dan memerintah kepada Abram untuk keluar dari negerinya, walaupun Allah tidak memperkenalkan diri-Nya, langsung direspon Abram. Abram merespon karena ada perintah, sehingga dapat disimpulkan bahwa Allah itu hidup dan bisa berkomunikasi dengan manusia, berbeda dengan berhala : patung batu atau kayu yang tidak bisa berbicara dan berkomunikasi.

5.     Pemanggilan Abram merupakan inisiatif Allah yang direspon oleh iman Abram, sehingga lahir ketaatan Abram untuk mengikuti arahan dan petunjuk Allah. Abram berkeyakinan bahwa tuntunan Allah dan janji Allah akan direalisasi, sehingga kehidupan dan masa depan Abram diberikan kepada Allah.

 

APLIKASI

            Tema kita ialah bangsa yang besar. Untuk memahami ini yang perlu kita ketahui adalah maksud Allah menjadikan Abram atau Abraham mejadi bangsa yang besar adalah dari keturunan Abram/ Abraham akan terjadi satu bangsa yang besar secara pemerintahan, begitu juga secara rohani. Dari keturunan Abram/ Abraham akan terjadi bangsa yang kudus, yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus merupakan satu bangsa. 

            Memahami bangsa yang besar, berarti kita bagian dari bangsa yang besar itu. Yaitu bangsa yang takut, taat kepada Tuhan dan hanya menyembah kepada Tuhan saja. Disamping itu juga sebagai bagian dari bangsa yang besar, kita harus menjadi berkat bagi orang banyak. Kenapa demikian karena kita telah diberkati oleh Tuhan. Dan harus diingat pengertian bangsa yang besar, bukan seperti pengertian dunia ini yaitu jumlah kekuasaan, wilayah dan harta di dalamnya, tetapi yang dimaksudkan menjadi bangsa yang besar kepada Abram, pertama : keturunan Abram banyak seperti bintang di langit dan pasir di laut. Kedua : Ada penyertaan Tuhan, karena bangsa yang besar adalah milik Allah. Abram hanya merupakan sarana Allah menjadikan bangsa yang besar. Oleh sebab itu dalam bangsa yang besar ada berkat Tuhan. Dalam bangsa yang besar ada kualitas iman. Ketiga : Fungsi bangsa yang besar adalah untuk memuliakan Tuhan. Jadi kita sebagai bagian dari bangsa yang besar harus menunjukkan kualitas iman, dan kualitas iman kita harus terlihat. Salah satu iman yang terlihat adalah kita menjadi berkat bagi orang lain. Kita harus membantu orang lain agar orang lain terbantu. Jadi dengan berkat yang kita miliki, seperti pengetahuan, keahlian, bahkan ekonomi, kita bisa bagikan atau bantu kepada orang lain, lewat mengajarkan sesuatu, seperti membuat kue, jahit menjahit atau kita bisa berdiakonia terhadap orang lain. Dengan melakukan ini orang lain akan menerima berkat dan akan maju.

            Kita juga harus memahami bahwa masih banyak saudara-saudara kita, yang merupakan bagian dari bangsa besar itu yang harus didewasakan imannya. Untuk itu penting bagi kita untuk melakukan pekabaran injil. Harus juga kita memahami bahwa ada dua model pekabaran Injil, yaitu pertama : Pekabaran Injil keluar : kita harus pergi atau keluar dari jemaat kita untuk ber-PI di tempat lain memberitakan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat manusia. Kedua : Pekabaran Injil ke dalam. Pekabaran Injil ke dalam berarti kita harus mengunjungi saudara-saudara kita seiman, se jemaat yang selama ini kurang ke gereja kita datangi, dan kita ajak untuk datang ke gereja. Karena iman akan bertumbuh salah satunya dengan mendengar firman Tuhan. Jadi dengan seringnya kita ke gereja mendengar firman Tuhan, iman kita akan bertumbuh, dan kita akan menjadi dewasa, yang benar-benar memahami maksud dan rencana Tuhan dalam diri kita. Untuk itu mari kita sebagai orang Kristen untuk ber-PI, karena ber-PI atau bersaksi adalah tugas gereja yang harus dilakukan oleh gereja.

 

Pdt. Stevenson Kumenit. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHOTBAH MINGGU GBKP II PASSION IV II PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN II MAZMUR 31:15-19

SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH (KISAH PARA RASUL 10:1-2)

LAKUKAN KEADILAN (AMOS 5:7)