PA MAMRE GBKP II 8 - 14 MARET 2026 II JALANKAN HUKUM-HUKUM ALLAH II YAKOBUS 2:8-13
JALANKAN HUKUM-HUKUM ALLAH
YAKOBUS 2:8-13
==============================
LATAR BELAKANG
1. Kalau kita lihat pada pasal 1:1, di situ dikatakan bahwa surat ini ditujukan kepada dua belas suku yang berada di perantauan. Berarti bisa dikatakan secara umum kitab Yakobus ini, termasuk firman Tuhan kita Yakobus 2:8-13 merupakan satu nasehat dan bimbingan dari Yakobus untuk orang Kristen asal Yahudi yang berada diperantauan untuk melakukan moral yang baik dan benar. Perlu diketahui orang Yahudi sangat mementingkan moral, dan moral tertinggi bagi mereka adalah mematuhi dan menjalankan hukum Taurat. Oleh sebab itu kehidupan orang Yahudi sangat terlihat dengan jelas dalam kehidupan bermasyarakat. Tingkah laku orang Yahudi sangat terbedakan dengan masyarakat umumnya, karena banyak hal yang lumrah dilakukan oleh masyarakat umumnya, tetapi untuk orang Yahudi itu merupakan satu larangan sehingga mereka menjauhinya, sebab itu bertentangan dengan hukum Tuhan.
2. Khusus jemaat Kristen yang ditujukan Yakobus ini tidak ada masalah mengenai ajaran atau dogma seperti yang kita jumpai pada umumnya dijemaat mula-mula, di mana dogma keselamatan digerogoti oleh pengajar-pengajar sesat sehingga menimbulkan satu persoalan di tengah-tengah jemaat, tetapi pada surat Yakobus ini, jemaat Kristen dua belas suku, kita melihat persoalan yang ada adalah perilaku atau moral. Sehingga Yakobus harus memberi satu nasehat bagaimana iman Kristen harus diterapkan dengan baik dalam kehidupan orang Keristen setiap hari, khususnya bagaimana hidup dalam persekutuan. Jadi sebenarnya nasehat Yakobus ini untuk membina akhlak (sifat, tabiat atau budi pekerti) agar kehidupan orang Kristen melakukan perbuatan baik, sehingga kehidupan orang Kristen berkenan kepada Tuhan. Itulah sebabnya dalam firman Tuhan, Yakobus mengingatkan sekaligus menasehatkan orang Kristen agar jangan memandang muka, terhadap orang kaya yang masuk dalam perkumpulan mereka dengan menghormati mereka secara berlebihan, tetapi mengabaikan atau tidak menghormati orang miskin dalam perkumpulan mereka (bdk. Yak. 2:2-3).
3. Dalam firman Tuhan kita, terlihat Yakobus sangat keras menasehati orang Kristen yang memandang muka terhadap orang kaya pada waktu itu, karena itu bukan merupakan sifat atau karakter dari orang Kristen. Yakobus mengatakan bahwa memandang muka terhadap orang kaya bukan saja tidak baik tetapi merupakan satu perbuatan dosa karena dari hukum Taurat akan nyata pelanggaran yang dilakukan (ayat 9-10). Kenapa demikian karena bagi orang Yahudi moral tertinggi adalah patuh dan mengikuti hukum Taurat. Dan dalam menjalankan hukum Taurat tidak bisa sepenggal-sepenggal atau yang lain dijalankan, dan yang lain tidak dijalankan. Bagi orang Yahudi seluruh hukum Taurat yang berjumlah 613 pasal harus dijalankan semuanya.
4. Yakobus mengatakan bahwa akan tetapi jika kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam kitab suci : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri kamu berbuat baik. Sekali lagi Yakobus menekankan tentang hukum sebab bagi orang Yahudi, standar moral tertinggi adalah mematuhi dan menjalankan hukum. Bahkan satu penekanan di sini adalah hukum utama, sehingga ini membukan hati mereka bahwa penerapan kasih yang mereka lakukan adalah salah, karena mereka membeda-bedakan status yang ada pada seseorang. Padahal orang Kristen telah dimerdekakan oleh Yesus Kristus sehingga hukum kasih yang merupakan hukum yang utama penting untuk dijalankan, sehingga mereka tidak terjerat oleh perbuatan dosa, melainkan hidup dalam kebenaran hukum Tuhan.
5. Dalam ayat 12-13 : berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang. Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman. Di sini Yakobus memerintahkan agar orang Kristen melakukan kasih yang sebenarnya seakan-akan orang yang akan dihukum. Dipihak lain, Yakobus juga mengingatkan bahwa iman orang Kristen jangan hanya berhenti dibibir saja melainkan harus dijalankan. Dengan kata lain, perkataan dan melakukan harus selaras. Kenapa Yakobus mengatakan bahwa orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang. Karena bagi orang Yahudi, sebenarnya menjalankan hukum Taurat merupakan satu beban bagi mereka sehingga menjalankan hukum Taurat menjadi satu keterpaksaan, dan inilah sebenarnya menjadi “penjara” bagi mereka. Bagi orang Kristen hukum Taurat telah disempurnakan oleh Yesus Kristus yaitu hukum kasih. Inilah hukum kemerdekaan. Kenapa disebut hukum kemerdekaan, karena orang Kristen yang menjalankannya bukan karena paksaan atau takut dihukum. Untuk itu menjalankan kasih harus seperti orang yang akan dihakimi. Yakobus mengingatkan walaupun orang Kristen teleh menerima anugerah Tuhan, tetapi orang Kristen juga akan mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan tentang kehidupannya. Untuk itu perasaan takut harus melandasi perbuatan baik. Perasaan takut dihukum Tuhan menjadi motivasi melakukan kebaikan. Karena orang yang melakukan pelanggaran dosa seperti tidak berbelas kasihan akan dihukum Tuhan, tetapi orang yang berbelas kasihan akan menang. Menang di sini adalah tidak akan dihukum Tuhan, melainkan hidup dalam kehidupan kekal bersama Yesus Kristus.
APLIKASI
Firman Tuhan kita memgingatkan bahwa sebagai orang Kristen jangan pilih kasih atau memandang muka dalam kehidupan kita bergereja. Karena dihadapan Tuhan sama. Memandang muka atau pilih kasih bukan merupakan karakter orang yang telah diselamatkan, orang Kristen. Orang yang pilih kasih atau memandang muka, dia bersalah atau melanggar hukum kasih sehingga dia berdosa. Tetapi bukan berarti kita meremehkan orang kaya, tidak. Yang dimaksudkan di sini adalah kita harus menghormati dan menghargai sesama manusia, walaupun status sosial berbeda. Hal ini diingatkan agar perjalanan kehidupan gereja berjalan dengan baik dan benar, dan semua anggota jemaat terlibat aktif dalam pelayanan gereja, baik orang kaya maupun orang miskin.
Kita jangan mengabaikan orang miskin atau orang yang kita lihat sederhana dalam status sosial, sehingga usulan yang baik dalam pelayanan terabaikan, karena kita lebih memprioritaskan usulan orang kaya. Dengan demikian kita diingatkan agar jangan orang yang kaya atau orang berpangkat atau yang terpandang dalam masyarakat, gereja menjadi dominan dalam percakapan-percakapan gereja, khususnya dalam persidangan gereja. Perlu diketahui dalam sistim persidangan gereja semua perserta sidang mempunyai hak bicara dan hak memutuskan. Oleh sebab itu pimpinan sidang jangan pilih kasih atau memandang muka kepada seseorang sehingga yang lain terabaikan. Tujuan persidangan adalah mendapatkan masukan-masukan yang baik dan benar untuk diputuskan dan dijalankan oleh gereja. Untuk itu sangat bersalah dan berdosa pimpinan sidang mengabaikan usulan dan masukan-masukan yang baik dari orang lain (orang ekonominya sederhana atau orang yang tidak berpengaruh). Marilah dalam kehidupan kita, kita terapkan hidup kasih yang saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain. Hidup dalam berbelas kasihan. Karena hidup dalam berbelas kasihan akan menang. Dan ini merupakan hukum Allah.
Pdt. Stevenson Kumenit.
Komentar
Posting Komentar