PA MAMRE GBKP II 22-28 MARET 2026 II KONFESI GBKP II 1 KORINTUS 15:1-8
KONFESI GBKP
1 KORINTUS 15:1-8
========================
LATAR BELAKANG
1. Salah satu persoalan yang terjadi di tengah-tengah jemaat Korintus adalah ketidak percayaan akan kebangkitan orang percaya bahkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Tentunya ini terjadi karena ada ajaran palsu yang berkembang. Dan ajaran palsu itu bernama Gnostik. Ajaran Gnostik ini mengembangkan satu paham mengenai Doketisme, dimana mereka mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak benar-benar manusia secara fisik. Dan kematian Yesus Kristus bukanlah kematian kemanusiaan yang bisa dirasa dan dipegang (manusia fisik). Dengan kata lain kematian Yesus Kristus tampak sebagai manusia fisik saja. Dan mereka juga percaya bahwa pada waktu Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya bukanlah tubuh daging (fisik) yang sebenarnya, melainkan penampakan spiritual yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang memiliki mata rohani.
2. Ajaran ini membuat kebingunan bagi jemaat, sebab ini menyangkut inti keselamatan atau iman Kristen. Oleh sebab itu Paulus meluruskan ajaran yang salah itu dengan mengatakan bahwa apa yang diberitakan Paulus kepada jemaat di Korintus tentang Yesus Kristus (Injil), dalam hal ini keselamatan merupakan suatu yang benar, yang penting adalah jemaat Korintus percaya dan teguh berdiri dan teguh berpegang kepadanya. Rasul Paulus mengatakan teguh berdiri (ayat 1), memberi pengertian bahwa kebenaran tentang kematian dan kebangkitan Kristus merupakan dasar hidup. Jemaat tidak perlu lagi terombang-ambing oleh pengajaran yang menyesatkan, sebab jemaat telah berpijak pada kebenaran Injil. Dan dalam ayat 2, Paulus mengatakan teguh berpegang kepadanya. Pengertiannya adalah menjadikan kebenaran Injil yang diberitakan Paulus sebagai fondasi hidup yang permanen. Jemaat harus konsisten terhadap Injil yang menyelamatkan mereka, dan jangan dicampur adukkan dengan dokrin yang salah.
3. Paulus mengingatkan lagi kepada jemaat Korintus bahwa apa yang dia beritakan merupakan sesuatu yang sangat penting, yaitu apa yang telah kuterima sendiri mengenai kematian Yesus karena dosa-dosa manusia, telah dikuburkan dan Yesus bangkit pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Setelah itu Yesus menampakkan diri kepada kefas (Petrus), ini bisa dilihat di Luk.24:34) dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya (Luk.24:34), kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus (ini terjadi di Galilea, Mat.26:32), dan kebanyakan mereka masih hidup (berarti bisa dipertanggungjawabkan secara sajarah an keasliannya, sebab ada saksi yang masih hidup. Kalau tidak yakin bisa bertanya kepada saksi-saksi yang masih hidup tersebut). Yesus juga menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul, dan terakhir pada Paulus sendiri (Kis.9:3-6, 18:9-10, 22:17-21) .
4. Yang paling penting adalah kalimat apa yang telah kuterima sendiri (ayat 3), ini bukan hanya sekedar klaim tentang Yesus yang mati, bangkit dan menampakkan diri. Tetapi penegasan tentang tradisi lisan dan otoritas pesan atau berita yang disampaikan oleh Paulus sendiri. Dimana berita Injil yang dia beritakan bukan karangannya sendiri, tetapi selain pendidikan agama yang didapatkan Paulus. Paulus juga menerima ajaran lisan dari para rasul pendahulunya seperti Petrus dan Yakobus di Yerusalem. Paulus mengatakan sesuai dengan Kitab Suci berarti itu semua sesuai dengan rencana Allah.
5. Pada waktu Paulus menyampaikan kembali tentang hal yang penting yang dia beritakan kepada jemaat Korintus, bukan hanya sekedar memberitahukan kronologi kematian sampai penampakan Yesus, tetapi menjelaskan secara detail, menunjukkan fakta sejarah, bukan mitos, apalagi seperti yang disampaikan oleh ajaran palsu. Dengan mengatakan ini, Paulus memberi satu koreksi dan verifikasi mengenai kematian, kebangkitan dan penampakan Yesus. Sehingga jemaat tidak perlu kuatir akan semuanya itu. Karena semua adalah benar. Dan itu merupakan inti iman Kristen yang dapat dipertanggungjawabkan.
APLIKASI
Tema kita saat ini adalah Konfesi GBKP. Kata lain dari Konfesi adalah pengakuan iman. Yang dimaksudkan dengan pengakuan iman di sini adalah satu rumusan tentang kepercayaan gereja untuk menjawab atau menangkal pengaruh-pengaruh dunia dalam iman kristen, khususnya ajaran yang dikembangkan oleh gereja GBKP. Sehingga Konfesi ini menjadi pegangan dan ajaran gereja untuk mendewasakan iman anggota jemaat GBKP. Jemaat GBKP tetap setia pada ajaran GBKP yang diambil dari Kitab Suci (Alkitab), sehingga jemaat tidak akan terhindar dari penyimpangan iman. Karena kita tahu bahwa dalam perkembangan dunia saat ini kalau jemaat tidak hidup dalam konfesi yang benar, maka jemaat akan menyimpang dari ajaran GBKP yang benar, sehingga jemaat akan melakukan kesalahan dan ketidakbenaran.
Kalau kita melihat Konfesi GBKP, ada 16 point : Alkitab, Allah, Ciptaan, Manusia, Masyarakat, budaya, pemerintah, politik, gereja, ibadah, perkawinan, etika, kematian, keselamatan, kebangkitan dan kedatangan Yesus Kristus kembali. Kalau kita melihat urutan-urutan dalam Konfesi GBKP, menjadi satu pertanyaan, kenapa Alkitab pertama di tempatkan, karena Alkitab merupakan dasar pengajaran. Inti pengajaran dan berita dalam Alkitab adalah Yesus Kristus. Oleh sebab itu juga poin terakhir dalam konfesi GBKP adalah Yesus Kristus datang kembali. Di sini menegaskan bahwa semua konfesi GBKP berpusat kepada Yesus Kristus.
Konfesi GBKP diadakan agar terlihat dengan jelas identitas dan karakter GBKP sendiri. Karena semua yang dilakukan oleh gereja, semua berdasarkan Konfesi GBKP. Oleh sebab itu kalau kita mau belajar tentang apa, siapa dan bagaimana GBKP kita harus belajar atau melihat apa yang tertulis dalam Konfesi GBKP.
Konfesi GBKP bisa saja berkurang atau bertambah di kemudian hari. Kenapa demkian, karena melihat apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan gereja.
Sangat diharapkan kita semua bisa melihat, belajar dan bertumbuh iman kita dengan konfesi GBKP, sehingga kita semakin dewasa dan semakin memahami apa fungsi dan peran kita sebagai bagian dari GBKP. Begitu juga kita menjadi benteng atau pilar-pilar iman yang kokoh yang tetap teguh berdiri dan teguh berpegang pada iman kristen yang benar. Dan dalam keyakinan iman kita, karena kita telah melihat dan belajar Konfesi GBKP maka kita tetap akan hidup dalam keselamatan yang diajarkan oleh dogma GBKP.
Pdt. Stevenson Kumenit.
Komentar
Posting Komentar