TUHAN JAWABLAH AKU (MAZMUR 86:1-7) - SERMON KHOTBAH MINGGU GBKP 22 FEBRUARI 2026

                                                               TUHAN JAWABLAH AKU

MAZMUR 86:1-7

 

LATAR BELAKANG

1.     Firman Tuhan ini merupakan doa raja Daud kepada Tuhan. Dimana raja Daud meminta pertolongan kepada Tuhan karena dia berada dalam kesengsaraan dan miskin. Dalam doanya, Daud meminta agar Tuhan menjawabnya sehingga dia boleh keluar dari kesengsaraannya dan jiwa Daud bisa bersukacita. Daud berkeyakinan bahwa pada hari kesesakannya, Tuhan akan menjawabnya. Kenapa demikian, karena Daud memahami atau mengenal betul eksistensi Tuhan. Oleh sebab itu Walaupun Daud berada dalam kesengsaraan Dia tetap mengandalkan Tuhan untuk menolongnya.

2.     Ada dua hal yang harus kita garis bawahi atau kita stresing, pertama : Sengsara. Kenapa Daud mengatakan dia berada dalam kesengsaraan. Apa sebenarnya yang terjadi padanya? Di sini walaupun tidak disebut secara spesifik kesengsaraan apa yang dialaminya apakah karena dia dikejar oleh raja Saul untuk membunuhnya. Kenapa raja Saul mengejar dan ingin membunuh karena raja Saul tidak mau posisinya sebagai raja bangsa Israel diganti oleh Daud. Atau dikejar oleh Absalom putra ke tiga raja Daud yang berupaya mengambil alih atau mengkudeta tahta raja dari bapanya Daud. Absalom mengejar dan ingin menangkap dan membuh raja Daud. Sehingga baik apa yang dilakukan oleh raja saul dan Absalom, Daud harus melarikan diri untuk bersembunyi dari pengajaran mereka. Tetapi kesengsaraan yang pasti dan ini terlihat dengan jelas dalam firman Tuhan kita ialah Daud berada dalam tekanan eksternal yang membuat jiwanya merasa terancam atau berada dalam dukacita. Itulah sebabnya Daud meminta kepada Tuhan agar Tuhan membuat jiwa hambaMu bersukacita (ayat 4). Kedua : Daud mengatakan bahwa ia Miskin. Jadi pertanyaan apakah benar Daud miskin ? Daud itu seorang raja, tentunya materi kekayaan tidak menjadi satu persoalan atau masalah bagi Daud. Tetapi kemiskinan yang dimaksudkan oleh raja Daud adalah miskin dihadapan Allah. Yang hidupnya benar-benar hidup dalam ketergantungan mutlak kepada Allah. Dengan kata lain Daud hidup dalam kerendahan hati dan dalam pengakuannya bahwa ia tidak mampu menyelamatkan diri sendiri dengan kekuatannya, melainkan bergantung penuh kepada Tuhan.

3.     Dalam doa permohonan Daud, Daud meminta agar Tuhan memperhatikan dengan serius kesengsaraannya oleh sebab itu dia mengatakan sendengkanlah telinga-Mu (ayat 1), bahasa Ibrani = Hatteh oznekha yang berarti memiringkan, atau mencondongkan telinga Allah untuk mendengarkan orang yang sedang berbisik. Inilah yang diminta Daud kepada Tuhan agar Tuhan memasang telinga-Nya untuk mendengar doanya. Di sini, bukan berarti Daud memerintah Allah, melainkan memohon kemurahan hati Tuhan. Daud menyadari bahwa Tuhan itu tak terbatas, tinggi dan Agung, namum Daud percaya bahwa  Tuhan bersedia memiringkan atau mencondongkan telinga-Nya untuk mendengarkan doa permohonannya, dan memperhatikan Daud sebagai manusia yang fana.

4.     Doa permohonan Daud ini dipanjatkan atau diserukan sepanjang hari (ayat 3). Di sini Daud mengatakan akan ketekunannya berdoa. Ia tidak berseru sekali atau dua kali saja melainkan sepanjang hari. Satu kali dua puluh empat jam. Dipihak lain, Daud mengatakan bahwa ia sangat mengharapkan pertolongan kepada Tuhan saja. Daud tidak mau memohon kepada alah-alah lain (dewa), karena Daud percaya akan kemaha kuasaan Allah dan belas kasihan Allah. Disampin itu juga Daud mau mengatakan bahwa ketidak berdayaannya. Kekuatan manusia tidak berarti apa-apa, apalagi berhubungan dengan nyawa (ayat 2) dan jiwa (ayat 4). Daud sadar bahwa ia sepenuhnya bergantung kepada pertolongan Tuhan, pada anugerah (grace) dan belas kasihan Tuhan, bukan kekuatan manusia atau ilah-ilah lain.

5.     Secara jelas terlihat dalam firman Tuhan kita yaitu Daud benar-benar meminta atau memohon perlindungan dari Tuhan saja, karena Daud adalah hamba Tuhan. Dalam teologi Perjanjian Lama, Hamba Tuhan berarti bukan saja melakukan tugas atau melayani Tuhan tetapi mempunyai hubungan khusus, ada ketaatan mutlak dan tugas spesifik yang diberikan Tuhan kepada Daud. Pengabdian total, di mana Daud menyerahkan seluruh kehendak pribadi di bawah kehendak Allah. Begitu juga menjadi perwakilan resmi Allah di dunia. Dan tanggungjawab Allah terhadap hamba-Nya adalah Tuhan bertanggungjawab atas kelangsungan hidup hamba-Nya. Di sini ada pemeliharaan Tuhan terhadap hamba-Nya, termasuk menguatkan, membebaskan dan menyelamatkan ketika hamba-Nya berada dalam permasalahn hidup.  Tetapi ini semua dilakukan oleh Tuhan ketika hambanya benar-benar taat kepada-Nya saja dan melayani Tuhan saja. Kalau melakukan pelanggaran dan dosa tentunya akan dihukum Tuhan. Oleh sebab itu Daud sadar bisa saja dia telah melakukan dosa, untuk itu walaupun Daud tidak mengatakan bahwa ampunilah dosanya, tetapi secara eksplisit, Daud mengatakan bahwa kalau nada dosanya agar diampuni Tuhan. Ini terlihat pada ayat 5, Sebab Engkau ya Tuhan, baik dan suka mengampuni. Jadi, ada pengakuan Daud secara tidak langsung bahwa tidak mungkin ada pertolongan dari Tuhan kalau ada dosa dan pelanggaran yang dilakukannya. Pertolongan Tuhan akan diberikan kepada hamba-Nya ketika hamba-Nya hidup dalam ketaatan penuh dan hanya melayani Dia saja.

 

APLIKASI

            Kita bersyukur bahwa dalam kasih Allah, kita hidup dalam keselamatan karena Yesus Kristus memperdamaikan kita dengan Allah. Walaupun kita telah diselamatkan bukan berarti kita akan hidup tanpa masalah dan pergumulan atau penderitaan. Perlu diketahui semuanya itu ada disekelilingi kita, bahkan iblis menggunakan masalah, pergumulan dan penderitaan untuk memisahkan kita dengan Tuhan. Karena walaupun iblis telah dikalahkan oleh Yesus Kristus, tetapi sampai saat ini dia tetap berupaya unrtuk menggagalkan persekutuan kita dengan Yesus. Tetapi apapun masalah, pergumulan dan penderitaan yang kita alami, Yesus Kristus sebagai Tuhan kita akan menolong dan membebaskan kita dari masalah, pergumulan dan penderitaan kita. Yesus Kristus sanggup melakukan itu semua karena Dia sangat berkuasa. Kuasa-kuasa dunia dan iblis sanggup dikalahkan oleh Yesus Kristus. Oleh sebab itu ketika kita berada dalam masalah, pergumulan dan penderitaan kita jangan mencari pertolongan manusia atau dunia, tetapi kita datang kepada Tuhan dan memohon kepada-Nya dan katakan Tuhan jawablah doaku.

            Dalam kehidupan kita, kita harus kuat berdiri untuk hidup dalam kebenaran dan keadilan, jangan kita goyah sehingga kita melakukan ketidak benaran dan ketidak adilan. Iman kita harus benar-benar kuat sehingga apapun yang datang kepada kita (panah api dari yang jahat) kita dapat menangkalnya. Disamping itu juga kita harus senantiasa bedoa. Dalam setiap waktu kita harus berdoa kepada Tuhan (band. Efesus 6:14-20), agar Tuhan senantiasa menopang dan menolong kita. Tetapi ketika kita berdoa setiap waktu dan masih ada masalah, pergumulan dan penderitaan, mari kita intropeksi diri kita, mungkin saja ada salah dan dosa kita. Untuk itu kita berdoa kepada Tuhan meminta pengampunan dosa dari pada-Nya dan sekaligus memohon agar Tuhan menjawab doa kita untuk menolong dan membebaskan kita dari berbagai pergumulan hidup kita. Kita harus yakin Tuhan akan menolong kita sebab kita adalah umat-Nya.

 

Pdt. Stevenson Kumenit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHOTBAH MINGGU GBKP II PASSION IV II PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN II MAZMUR 31:15-19

SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH (KISAH PARA RASUL 10:1-2)

LAKUKAN KEADILAN (AMOS 5:7)