TABAH DALAM PENCOBAAN (YAKOBUS 1:12-18)
TABAH DALAM PENCOBAAN
YAKOBUS 1:12-18
LATAR BELAKANG
1. Secara umum surat Yakobus ini dikirim kepada jemaat Kristen asal Yahudi yang berada diperantauan, khususnya berada di wilayah kekaisaran Roma. Oleh sebab itu kalau kita baca pada pasal 1:1 disebutkan kepada ke dua belas suku yang berada diperantauan. Maksud Yakobus menulis surat ini yaitu memberi nasehat dan menguatkan jemaat Kristen agar hidup dalam ketabahan dan kuat menghadapi pencobaan yang ada. Atau jangan putus asa, menyerah menghadapi pencobaan yang ada. Sebab pencobaan itu seperti orang kristen di uji. Oleh sebab itu ketika orang Kristen tahan uji, maka orang Kristen akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia. Di sini Yakobus mau mengatakan bahwa untuk mendapatkan Kristen yang sejati harus diuji. Karena ketika orang Kristen tahan uji berarti dia akan kuat dan tahan serta cakap dalam kehidupannya sehari-hari, bahkan lebih dari pada itu yaitu hidup dalam kesempurnaan
2. Perlu diketahui pada waktu itu kehidupan orang Kristen mendapat pencobaan bukan saja dari pemerintah Romawi yang melarang berkembangan kekristenan, atau penghinaan-penghinaan dari orang lain di luar komunitas Kristen, tetapi juga bagaimana menjaga persekutuan agar tidak pecah dan pencobaan hidup berupah ekonomi, dimana mendapatkan kekayaan harus dengan benar dan baik, atau keluar dari kemiskinan dengan cara yang benar dan baik.
3. Secara khusus dalam firman Tuhan kita, ada beberapa nasehat yang diberikan Yakobus kepada jemaat Kristen dua belas suku yang berada di perantauan, pertama : Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila dia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia. Artinya berbahagialah orang yang bertahan dalam imannya dan dalam kesetiaannya di tengah pencobaan. Karena ketika orang Kristen bisa bertahan dalam pencobaan itu, seperti tidak terpengaruh dan melakukan perbuatan-perbuatan yang kurang baik, dalam hal ini mendapat jabatan (guru) yang kurang terpuji, mendapatkan untung dalam berdagang dengan kurang terpuji, atau mencintai uang (mamon) sehingga mengabaikan Allah. Atau juga menjadi orang kaya yang kurang terpuji dengan menindas orang miskin atau menahan gaji/ upah dari buruh yang bekerja di ladang mereka. Kebahagiaan model ini justru merupakan kebahagiaan duniawi yang tidak akan kekal. Karena Allah akan menghukum orang yang melakukan demikian. Kenapa Allah menghukum, karena telah banyak yang berteriak (band. Yak.5:1-6). Kebahagiaan yang akan diterima oleh mereka yang tahan uji adalah mahkota kehidupan dari Allah. Kedua : Yakobus menasehati agar jemaat Kristen jangan menganggap bahwa pencobaan itu datangnya dari Allah. Yakobus katakan bahwa Allah tidak pernah mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri. Dan ketika keinginannya dibuahi maka ia melahirkan dosa. Karena kalau kita berbicara tentang keinginan berarti itu adalah suatu hasrat atau harapan kita terhadap barang atau jasa, namun bukan merupakan kebutuhan dasar orang beriman untuk bertahan hidup. Keinginan seringkali dipengaruhi oleh selera, gaya hidup, status sosial, dll. Dengan keinginan melahirkan dosa berarti keinginan daging kita membuat kita menghamba pada dosa, dan upah dosa ialah maut. Ketiga : ini bukan saja nasehat tetapi satu peringatan keras sekaligus memberikan pengertian yang benar tentang makna memberi, karena Yakobus mengatakan saudara-saudara yang kukasihi jangan sesat. Setiap pemberian yang baik san setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. Jadi pertanyaan, kenapa Yakobus harus memberi peringatan dan penjelasan yang benar tentang pemberian ? agar jemaat tidak ada pikiran yang salah sehingga melakukan yang salah. Begitu juga karena di tengah jemaat ada fitnahan-fitnahan yang terjadi (Yak.4:11-12). Berhubungan dengan fitnah tentunya, ada jemaat yang mengatakan bahwa pencobaan itu datangnya dari Tuhan. Oleh sebab itu Yakobus mengatakan semua yang datang dari atas semuanya baik dan anugerah itu adalah sempurna. Dengan demikian Yakobus mau mengatakan bahwa tidak mungkin Allah memberikan keinginan yang berdosa bagi manusia. Tetapi yang diberikan Allah adalah kebaikan yang mendatangkan kesejahteraan bagi manusia.
4. Nasehat Yakobus ini bertujuan agar jemaat Kristen menjadi jemaat Kristen yang sejati dan sempurna yang tetap taat dalam iman walaupun pencobaan dialami oleh orang Kristen, disamping itu juga harus hidup dalam satu persekutuan dengan ikatan kasih.
5. Yakobus juga menasehatkan agar orang Kristen harus mendapatkan mahkota kehidupan. Karena mahkota kehidupan adalah sukacita dan kebahagian yang sempurna. Mahkota kehidupan adalah hidup dalam kemuliaan dengan Yesus Kristus.
APLIKASI
Kita sebagai orang Kristen tentunya rentan dengan pencobaan-pencobaan, pencobaan-pencobaan itu merupakan rintangan bagi kita untuk mendapatkan mahkota kehidupan. Akan tetapi kita juga tidak bisa mengabaikan pencobaan tersebut. Dalam dunia ini banyak model dan bentuk pencobaan. Persoalanya ketika pencobaan itu datang kepada kita, apakah kita bisa bertahan atau tidak. Dalam arti kata, terpengaruh kita dengan pencobaan itu atau tidak. Kalau kita melihat dalam Alkitab, khususnya di Matius 4, pencobaan itu datangnya dari iblis. Bagaimana iblis mencobai agar Yesus tergoda sehingga jatuh ke dalam dosa. Akan tetapi terlihat dengan jelas, bahwa Yesus menang dari pencobaan itu. Bahkan kalau kita melihat di kitab Ayub 1:13-22, di situ terlihat bagaimana iblis mencobai Ayub dengan membunuh semua anak Ayub, menghabiskan semua harta benda termasuk hewan peliharaan Ayub. Akan tetapi Ayub tidak mempersalahkan Tuhan. Bahkan dia mengatakan Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil terpujilah Tuhan. Baik dari pencobaan Yesus dan Ayub, bisa kita tarik kesimpulan bahwa Iblis akan dikalahkan kalau kehidupan kita menyatu dengan Tuhan da pencobaan itu tidak akan berakibat fatal bagi kehidupan kita, karena iman kita selalu menuyatu dengan Tuhan sehingga kita mengandalkan Tuhan.
Memang kadang kala pencobaan itu membawa dukacita bagi kita, akan tetapi ketika kita bertahan dan tabah maka kita akan mendapatkan mahkota kehidupan. Ingatlah bahwa Tuhan bersama dengan kita dalam kesusahan hidup yang merupakan pencobaan bagi kita. Bahkan Dia akan menghibur kita agar kita tetap kuat dan tenang. Jadi … jangan kita putus asa ketika pencobaan datang pada diri kita. Kita harus tabah dan melihat bahwa itu semua sebagai penguji bagi kita untuk mendapatkan kekristenan yang sempurna. Tetapi ketika kita sepertinya tidak tahan dalam pengujian tersebut, datanglah kita kepada Tuhan. Minta tolonglah kepada Tuhan, pasti Tuhan akan menolong kita.
Pdt. Steven Kumenit.
Komentar
Posting Komentar