PA MORIA GBKP, 22-28 FEBRUARI 2026 II AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU : MARILAH ! II MATIUS 11:28-30.
PA MORIA GBKP
22-28 FEBRUARI 2026
=======================================
AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU : MARILAH !
MATIUS 11:28-30
LATAR BELAKANG
1. Firman Tuhan kita saat ini merupakan ajakan atau seruan Yesus Kristus kepada semua orang Yahudi. Jadi pertanyaan ? kenapa seruan atau ajakan ini ditujukan kepada semua orang Yahudi. Karena orang Yahudi pada umumnya berada dalam ketertekanan dan mempunyai beban berat disebabkan para rabi Yahudi, guru-guru agama, ahli-ahli Taurat membebani rakyat dengan ratusan aturan hukum Taurat (613) yang sangat detail dan kaku (legalisme). Orang Yahudi harus melakukannya dengan taat, kalau tidak mereka akan dihukum sesuai dengan aturan agama.
2. Yesus mengatakan Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadumu. Ajakan atau seruan ini merupakan satu penghiburan bagi orang Yahudi, karena dengan datang kepada Yesus maka mereka akan mendapatkan kelegaan. Apa yang dijanjikan atau diberikan Yesus yakni kelegaan (rest) bukan hanya sekedar istirahat fisik, melainkan kedamaian jiwa yang datang dari pengampunan dan kasih karunia.
3. Disamping itu, Yesus mengatakan bahwa pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapatkan ketenangan.Serbab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. Dalam ungkapan Yesus ini ada beberapa hal perlu dipahami, pertama : Yang dimaksudkan dengan kuk adalah palang kayu yang dipasang pada tengkuk sapi, kerbau atau keledai agar mereka dapat menarik bajak untuk sawah atau kereta. Juga merupakan lambang ketaatan kepada hukum atau ajaran seorang rabi. Jadi kuk merupakan metafora. Disamping itu juga kuk merupakan lambang kerja keras. Dipihak lain pikullah kuk yang Kupasang, merupakan satu pemberitahuan kepada orang Yahudi bahwa kuk yang akan dipasang kepada mereka berbeda dengan kuk yang dipasang para rabi Yahudi, guru-guru agama atau para ahli Taurat. Pdt. Prof William Barclay, seorang Teolog Perjanjian Baru dari gereja Scotlandia mengatakan orang Yahudi hidup di tengah-tengah suatu hutan peraturan, yang mengatur setiap kelakuan. Apalagi orang sederhana tidak gampang menghafalkan semua peraturan itu. Kuk yang dipasang Yesus tidak berbeban walaupun menuntut ketaatan. Orang Yahudi harus taat terhadap hukum-hukum Yesus. Karena disitu ada kasih dan kemerdekaan yang mereka rasakan. Dengan Yesus mengatakan Pikullah kuk yang Kupasang bukan berarti Yesus membuang hukum-hukum Tuhan dari Perjanjian Lama, Tetapi Yesus menerangkan bahwa inti hukum-hukum Tuhan itu adalah kasih kepada Allah secara tulus dan kasih terhadap sesama manusia secara tulus iklas. Yang dibuang Yesus adalah cara ahli-ahli Taurat atau para rabi Yahudi, guru-guru agama yang mempergunakan Perjanjian Lama sebagai dasar untuk membuat semakin banyak peraturan yang terperinci, sehingga mereka menciptakan satu agama yang berbelit-belit dan sangat formalitas. Kedua : Aku lemah lembut dan rendah hati. Disini secara jelas, Yesus mengundang semua orang Yahudi datang kepada-Nya menjadi murid Yesus. Oleh sebab itu Yesus katakan belajarlah kepada-KU. Apa yang harus belajar kepada Yesus? Yaitu karakter Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Pengertian lemah lembut bukan berarti lemah tanpa daya, melainkan kekuatan yang terkendali. Yesus tidak memaksakan kehendak-Nya dengan kekerasan. Sedangkan rendah hati ialah tidak sombong atau sulit didekati. Yesus adalah Tuhan yang penuh keagungan menghampiri dan menjumpai manusia di titik rendah manusia yaitu hidup dalam keberdosaan dan akan menerima penghukuman Tuhan. Ketiga : Jiwamu akan mendapatkan ketenangan. Yesus menjanjikan satu ketenangan yang lain dari yang diberikan dunia yang sifatnya sementara. Tetapi yang diberikan Yesus adalah damai sejahtera batiniah yang tetap ada walaupun di tengah badai hidup. Jadi ketenangan ini sampai ke dalam jiwa manusia. Menurut Prof. W. Grundman seorang teolog, mengatakan bahwa lemah lembut menunjukkan sikat Yesus terhadap manusia. Rendah hati menunjukkan sikap Yesus terhadap Allah. Keempat : Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. Pengertiannya adalah kata Yunani enak adalah chrestos berarti pas atau cocok dengan baik. Maka kuk yang dipasang Yesus kepada orang yang datang kepada-Nya adalah pas dan cocok. Orang yang memakainya akan merasa enak dan ringan. Dengan kata lain Yesus menawarkan jalan hidup yang selaras dan cocok dengan rancangan Tuhan bagi mereka yang datang. Terasa ringan karena di situ tidak ada beban, melainkan sukacita.
4. Dalam firman Tuhan kita, dengan jelas Yesus mengatakan kepada orang Yahudi bahwa apa yang dilakukan oleh para rabi Yahudi, guru-guru agama dan para ahli Taurat adalah salah sehingga orang Yahudi tidak akan mendapatkan damai sejahtera dan sukacita. Hanya datang kepada Yesus orang Yahudi akan menerima kebebasan dan jiwa yang lega yaitu damai sejahtera.
5. Panggilan atau seruan Yesus ini merupakan juga satu penghiburan bagi orang Yahudi pada umumnya. Hiburan ini akan memberikan kesenangan dan sukacita kepada mereka. Dan hiburan itu adalah Yesus sendiri. Jadi Yesus adalah sumber penghiburan bagi mereka yang berbeban berat.
APLIKASI
Merupakan sukacita bagi kita, karena kita bisa lebih memahami tentang siapa sebenarnya Yesus itu. Yesus adalah Tuhan dan sumber sukacita dan damai sejahtera. Dan saat ini Yesus mengundang siapa saja, dan ini undangan terbuka, khususnya yang lelah dan berbeban berat terlebih psikis atau batinia karena berbagai-bagai masalah dan penderitaan hidup, baik pribadi maupun keluarga. Dengan datang kepada Yesus ada jaminan kelepasan atau kelegaan. Jiwa kita akan merasa tenang, senang, sukacita dan bahagia. Oleh sebab itu kesalahan besar bagi kita, ketika kita berada dalam pergumulan hidup, kesengsaraan atau penderitaan, kita menjauhkan diri dari Yesus. Seharusnya semakin berat beban kita semakin kuat dan rindu kita datang kepada Yesus. Datang kepada Yesus ada beberapa bentuk, pertama : Kita harus datang ke gereja. Kita datang dan beribadah dan mendengar firman-Nya. Jangan kita lari atau menghindar dari persekutuan ibadah gereja. Kedua : Lakukan doa pribadi. Doa pribadi merupakan komunikasi pribadi kita dengan Yesus Kristus. Kita harus siapkan waktu kita untuk berdoa kepada Yesus Kristus, sehingga Yesus mengetahui apa yang menjadi pergumulan dan penderitaan kita. Dengan demikian Yesus Kristus yang merupakan sumber penghiburan dan damai sejahtera akan menolong kita, sehingga kita bersukacita dan hidup dalam damai sejahtera.
Pdt. Stevenson Kumenit.
Komentar
Posting Komentar