MENGIKUTI NASEHAT DAN PERINTAH (IMAMAT 18.1-5)

                                                 MENGIKUTI NASEHAT DAN PERINTAH

IMAMAT 18:1-5

 

LATAR BELAKANG

1.     Firman Tuhan ini merupakan satu perintah Allah kepada Musa, agar Musa berbicara kepada bangsa Israel supaya bangsa Israel waktu tinggal di tanah Kanaan, moral dan etika harus dijaga. Kehidupan bangsa Israel waktu tinggal dan menetap di tanah Kanaan jangan terpengaruh dengan kebiasaan hidup orang Mesir dan orang Kanaan. Apa yang disampaikan oleh Musa kepada umat Israel merupakan hukum yang harus dilakukan.

2.     Secara spesifik : Kalau kita lihat ayat 1. Kalimat pertama yang harus dikatakan musa kepada umat Israel adalah Akulah Tuhan Allahmu. Di sini Allah memperkenalkan diriNya kepada umat Israel, dan secara tidak langsung mengatakan bahwa Dialah Allah mereka satu-satunya yang mengeluarkan mereka dari tanah perbudakan di Mesir. Dan Dialah Allah pencipta dunia ini. Serta Allah yang kudus. Dan mengatakan kepada umat Israel jangan mengikuti seperti yang diperbuat orang Mesir di mana kamu diam dahulu. Jadi pertanyaan apa sebenarnya yang diperbuat orang Mesir sehingga Allah tidak suka? Kalau Allah tidak suka berarti itu bertentangan dengan iman. Perlu diketahui ada dua hal yang diperbuat oleh orang Mesir, pertama : orang Mesir menyembah kepada berhala-berhala (bukan hanya satu berhala saja tetapi lebih). Kedua : Moral, khususnya dalam hal sex. Memang sex bagi orang Mesir pada waktu itu bukan hanya masalah kesenangan, tetapi juga berhubungan dengan seni keagamaan. Oleh sebab itu bagi mereka melakukan sex atau prostitusi merupakan hal yang wajar. Bukan itu saja melakukan sex dengan binatang bagi mereka tidak menjadi satu persoalan bahkan terjadi incens (melakukan sex sedarah yaitu baik ibu/ bapa kandung atau kakak/adik kandung). Hal ini tentunya dilarang oleh Allah karena Pertama, berhubungan dengan penyembahan, umat Israel harus menyembah satu Allah saja yaitu Allah yang mengeluarkan mereka dari tanah perbudakan. Kedua, mengenai sex. Umat Israel hanya diperbolehkan melakukan dengan baik dan sah. Lalu apa yang diperbuat oleh orang Kanaan. Dalam penyembahan, mereka menyembah berhala-berhala yang tentunya tidak diperkenankan oleh Allah. Sedangkan  moral sex hampir sama dengan yang dilakukan oleh orang Mesir. Dan ini tentunya dilarang oleh Allah.

3.     Kehidupan umat Israel harus hidup menurut ketetapan Allah yaitu menjaga kekudusan hidup. Kenapa demikian karena Allah adalah kudus.  Kalau kita baca ayat-ayat selanjutnya maka kita akan mengetahui ketetapan apa saja yang diperintahkan Allah sehubungan dengan hukum perkawinan.

4.     Dengan tidak terpengaruh atau melakukan perbuatan-perbuatan sama seperti orang Mesir dan Orang Kanaan, dengan sendirinya Allah benar-benar memisahkan umat Israel dari kehidupan yang tidak baik. Dengan demikian umat Israel menjadi kudus. Kekudusan umat Israel berhubungan erat dengan relasi dengan Tuhan serta dasar penciptaan manusia. Dimana manusia diciptakan dan dihidupkan lewat nafas Allah. Hembusan nafas Allah ini bukan saja memberi kehidupan tetapi memberi kekudusan bagi manusia.

5.     Perintah yang disampaikan Allah kepada Musa dan diteruskan kepada umat Israel merupakan hukum kekudusan yang harus ditaati karena dengan tidak mentaati hukum kekudusan ini maka dengan sendirinya umat Israel tidak mengindahkan atau tidak mengikuti dan menjalankan perintah Allah. Umat Israel menjadi pembangkan, oleh sebab itu harus dihukum. Dengan kata lain umat Israel tidak akan hidup.

 

APLIKASI

            Tentunya sebagai sebagai umat yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan, yang kita inginkan adalah hidup dalam persekutuan denganNya dan hidup dalam Kerajaan Allah. Untuk tetap hidup dalam persekutuan  dengan Yesus Kristus dan hidup dalam kerajaan Allah maka yang harus kita lakukan adalah  mengikuti nasehat dan perintah Allah. Nasehat dan perintah Allah akan kita dapatkan baik dari Allah sendiri. Allah yang berfirman kepada kita ataupun dalam bentuk-bentuk yang lain, apakah lewat orang lain, Alkitab atau aturan-aturan gereja.

            Khususnya kita sebagai gereja nasehat dan perintah Allah akan terlihat dalam Tata Gereja, sebab Tata gereja merupakan aplikasi atau turunan dari Alkitab itu sendiri. Dipihak lain tata gereja merupakan pedoman ataupun aturan kita bergereja bahkan ketika kita hidup di luar gereja. Karena tata gereja bukan hanya mengataur anggota gereja hidup dalam interen gereja saja tetapi hubungan anggota gereja bahkan lembaga gereja dengan “dunia” luar gereja. Karena kalau gereja tanpa ada aturan maka gereja itu akan kacau. Oleh sebab itu tata gereja harus ditempat pada porsi kasih. Memang kendala-kendala yang ada masih banyak anggota gereja termasuk majelis jemaat yang tidak menjalankan tata gereja dengan baik. Dan biasanya gereja yang tidak menjalankan tata gereja dengan baik akan terjadi masalah-masalah, baik dalam interen gereja maupun anggota gereja dalam berrelasi dengan “dunia luar”. 

            Kalau kita lihat dalam firman Tuhan kita ,Allah memberikan aturan atau ketetapan agar umat Israel memperoleh berkat Allah yaitu hidup (ayat 5). Demikian juga dengan kita, ketika kita mengikuti nasehat dan perintah yang tertuang dalam tata gereja, kita juga akan hidup dan diberkati oleh Tuhan. Gereja Tuhan akan hidup, gereja Tuhan akan menjadi berkat bagi orang lain, dan hidup dalam bergereja hidup dalam persekutuan yang harmonis serta anggota gereja senantiasa mengambil bagian dan mempraktekkan kasih.

            Apa yang harus dilakukan gereja agar anggota gereja, termasuk majelis jemaat bisa mengikuti dan menjalankan tentang tata gereja dengan baik. Tentunya yang harus dilakukan oleh anggota gereja, pertama Takut akan Tuhan, karena dengan takut akan Tuhan kita akan mengikuti nasehat dan peintah Tuhan. Kedua : Memberi pemahaman dengan benar makna dan fungsi tata gereja dalam bergereja. Ketiga : Konsekwensi iman baik mengikuti tata gereja maupun konsekwensi penghukuman Allah bagi mereka yang tidak mengikuti dan menjalankan tata gereja. 

 

Pdt. Steven Kumenit.

             

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHOTBAH MINGGU GBKP II PASSION IV II PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN II MAZMUR 31:15-19

SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH (KISAH PARA RASUL 10:1-2)

LAKUKAN KEADILAN (AMOS 5:7)