KULAKUKAN PERINTAH TUHAN (ULANGAN 26:12-15), PJJ GBKP II 22 - 28 FEBRUARU 2026

 KULAKUKAN PERINTAH TUHAN

                                               ULANGAN 26:12-15

 

LATAR BELAKANG 

1.     Secara umum bisa dikatakan bahwa kitab Ulangan, tentunya termasuk bahan firman Tuhan kita saat ini merupakan pidato Musa kepada umat Israel di tanah Moab sebelum atau sebentar lagi umat Israel memasuki tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Allah kepada umat Israel. Jadi bisa dikatakan sudah memasuki akhir perjalanan umat Israel, karena sebentar lagi mereka akan memasuki tanah Kanaan. Dalam pidato Musa ini merupakan nasehat atau wejangan agar umat Israel melakukan segenap perintah Allah. Sebenarnya nasehat atau wejangan-wejangan ini merupakan ulangan dari perintah-perintah Allah. Ini kembali disampaikan Musa karena angkatan yang akan memasuki tanah Kanaan adalah angkatan yang baru. Angkatan pertama yang keluar dari tanah Mesir sebagian besar telah meninggal, sehingga perintah-perintah Allah terhadap umat Israel harus diulangi agar angkatan yang baru, yang memasuki tanah Kanaan boleh memahami dengan benar dan melakukan perintah-perintah Allah dengan setia yang pernah Allah sampaikan pada waktu umat Israel berada di gunung Sinai.

2.     Secara khusus bisa dilihat dalam firman Tuhan kita wejangan-wejangan bukan hanya disampaikan secara umum saja tetapi wejangan itu disampaikan dalam bentuk perintah, hukum dan menjadi syarat perjanjian. Oleh sebab itu kalau kita baca dengan teliti firman Tuhan kita ini merupakan perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh umat Israel pada waktu mereka menetap dan hidup di tanah Kanaan. Hal yang paling menarik di sini adalah ketika mereka melakukan perintah Tuhan berarti mereka melakukan syarat perjanjian. Maksudnya, umat Israel harus taat dan menyembah kepada Allah saja. Dan karena Allah adalah kudus maka umat Israel harus menjadikan diri mereka juga kudus. Untuk itu umat Israel jangan terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak kudus. Umat Israel melakukan apa yang diperintahkan Allah, maka Allah akan memberkati mereka. Jadi melakukan perintah Allah adalah syarat dari perjanjian itu.

3.     Firman Tuhan kita, secara tegas Allah memerintahkan umat Israel agar melakukan firman Tuhan, khususnya persepuluhan. Dan setelah melakukan persepuluhan umat Israel harus mempertanggungjawabkan kepada Allah. Oleh sebab itu setelah melakukan persepuluhan yang diberikan kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, umat Israel harus memberitahukan semuanya itu kepada Tuhan Allah. Perlu juga diketahui persepuluhan itu sifatnya kudus (ayat 14). Kenapa sifatnya kudus karena itu merupakan perintah Allah dan akan diberikan kepada Allah.  Oleh sebab itu umat Israel harus menghindari dirinya terhadap hal-hal yang najis, seperti mendekatkan diri bahkan bersentuhan dengan orang mati.

4.     Persepuluhan diberikan kepada orang Lewi karena orang Lewi tidak mendapat pembagian tanah seperti 11 suku Israel, sehingga mereka tidak mempunyai tempat untuk bertani dan mendapatkan hasil dari tanah tersebut. Orang Lewi dikhususkan Tuhan untuk bekerja atau melayani di Bait Suci. Diberikan kepada orang asing. Di sini terlihat bahwa orang asing menjadi salah satu kelompok yang berhak menerima persepuluhan karena orang asing tidak memiliki tanah. Perlu diketahui ekonomi waktu itu berbasis agraris, sehingga tidak memiliki tanah berarti  tidak memiliki sumber pangan tetap. Kenapa diberikan kepada anak yatim. Anak yatim menjadi salah satu fokus penerima persepuluhan karena anak yatim tidak ada orang tua sebagai pelindung dan pencari nafkah. Anak yatim kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar yaitu pangan. Kenapa juga janda mendapat persepuluhan ? karena janda kehilangan perlindungan hukum dan ekonomi karena mereka tidak memiliki hak waris atas tanah. Tanpa suami atau anak laki-laki yang dewasa, mereka menjadi kelompok yang rentan terhadap kemiskinan. Tujuan memberikan persepuluhan kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda agar mereka dapat makan dan kenyang (ayat 12).

5.     Persepuluhan adalah milik Allah, oleh sebab itu seharusnya dipersembahkan kepada Allah. Akan tetapi Allah juga menjamin kehidupan umat-Nya, khusus orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda agar tetap hidup secara jasmani. Benar-benar jaminan sosial, Allah berikan kepada mereka lewat persepuluhan.

 

APLIKASI

            Dengan melihat dasar firman Tuhan kita, maka sangat jelas persepuluhan adalah perintah Tuhan kepada umat-Nya. Bukan saja kepada umat Israel tetapi juga kepada kita sekarang ini. Jadi sangat salah kalau ada yang mengatakan bahwa persepuluhan bukan tradisi agama kita sekarang ini. Atau mengatakan bahwa persepuluhan adalah perintah Allah untuk umat Israel, orang Yahudi sekarang ini. Perlu kita ketahui Yesus Kristus mengatakan “janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat.5:17).   Karena ini adalah perintah Tuhan, maka harus kita lakukan. Karena perintah Tuhan berdampak positif dalam kehidupan kita, yaitu Tuhan akan memberkati kita.

            Persepuluhan yang kita lakukan (gereja-gereja prostestan, Katolik) berbeda-beda pelaksanakaannya, bahkan mungkin tujuannya. Yang pasti untuk gereja-gereja manstrem termasuk GBKP persepuluhan itu diberikan kepada Allah lewat gereja, dan diperuntukkan untuk pelayanan di tri tugas gereja dan pembangunan gedung gereja.

            Perlu diketahui bahwa gereja secara organisasi dikelola berdasarkan pelayanan-pelayanan gereja dan didukung oleh keuangan yang ada. Gereja dalam pelayanannya dihidupkan Tuhan lewat anggota jemaat. Sehingga bisa dikatakan seratus persen keuangan gereja berasal dari anggota jemaat. Dan salah satu keuangan gereja yang datang dari anggota jemaat adalah persepuluhan.

            Secara ideal persepuluhan adalah sepersepuluh dari pendapatan bruto kita. Jadi kalau satu juta pendapatan kita, maka kita harus memberikan kepada Tuhan lewat gereja sebesar seratus ribu rupiah. Akan tetapi banyak anggota jemaat termasuk anggota jemaat GBKP merasa terbeban dengan persepuluhan yang ideal ini. Oleh sebab itu pernah diputuskan dalam sidang sinode GBKP agar anggota jemaat tidak merasa terbeban dan berdosa maka diputuskan bagian-bagian persepuluhan. Maksudnya “seberapa saja” yang diberikan anggota jemaat asalkan tidak merasa terbeban dan berdosa serta merasa bahagia bisa diberikan, dan ini dihitung sebagai bagian dari persepuluhan. Padahal secara teologi ini sangat bertentangan.

            Tema kita kulakukan perintah Allah, berarti sebagai orang yang takut akan Allah secara sadar dan panggilan iman melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, termasuk persepuluhan. Tentunya dengan kita melakukan perintah Tuhan, Tuhan akan memperhatikan kita. Tuhan tidak akan membiarkan kita berkekurangan ataupun jatuh miskin. Tuhan akan memberkati kita. Oleh sebab itu marilah sebagai umat Tuhan yang patuh, kita lakukan perintah Tuhan agar Tuhan termulia lewat pelayanan-pelayanan gereja.

 

Pdt. Stevenson Kumenit

            

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHOTBAH MINGGU GBKP II PASSION IV II PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN II MAZMUR 31:15-19

SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH (KISAH PARA RASUL 10:1-2)

LAKUKAN KEADILAN (AMOS 5:7)