KHOTBAH MINGGU GBKP
MINGGU PASSION III
1 MARET 2026
===================================
MENERIMA KEMURAHAN ALLAH
ROMA 11:25-31
(Khotbah Minggu 1 Maret 2026)
LATAR BELAKANG
1. Firman Tuhan ini merupakan satu penjelasan rasul Paulus, khususnya kepada orang Kristen Non Yahudi. Perlu diketahui bahwa anggota jemaat Roma terdiri dari dua golongan, yaitu golongan Kristen asal Yahudi dan golongan Kristen asal non Yahudi (jemaat mayoritas). Dalam kehidupan berjemaat terjadi persoalan atau konflik di tengah-tengah Jemaat Roma. Jemaat Kristen non Yahudi merasa terusik akan ajaran Yudaisme di mana orang Kristen asal yahudi walaupun telah percaya kepada Yesus Kristus tetapi itu belum seratus persen meninggalkan tradisi agama Yahudi. Mereka menuntut agar orang Kristen asal non Yahudi harus mengikuti dan menjalankan Taurat dan sunat. Ini yang dikembangkan oleh jemaat Kristen asal Yahudi. Sehingga jemaat Kristen asal non Yahudi mempertanyakan eksistensi orang Yahudi dalam perkembangan kekristenan.
2. Perlu diketahui bahwa sebelum kedatangan Yesus Kristus, kedua golongan itu, yakni Yahudi dan non Yahudi (Yunani) terpisah. Bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan Allah, umat Allah. Hukum taurat dan sunat merupakan bagian dari kehidupan mereka beragama dan bermasyatakat. Dengan kata lain orang Yahudi di mana saja harus taat menjalankan Taurat dan Sunat, sebab ini merupakan tanda pemilihan Allah kepada mereka (Kel. 17). Akan tetapi oleh karya keselamatan Yesus Kristus, kedua golongan itu (Yahudi dan Non Yahudi) dipersatuhan dalam satu gereja. Tidak ada lagi satu pemisahan. Kini orang Yahudi dan non Yahudi bersama-sama menjadi umat Allah, yang dikaruniai oleh Roh Allah. Yang menjadi tanda masuk dalam persekutuan adalah baptisan, bukan lagi sunat.
3. Persekutuan gereja yang harmonis terancam pecah karena konflik yang ada. Jemaat Kristen non Yahudi secara ekstrim menilai dan memahami bahwa tidak ada lagi keunggulan orang Yahudi. Orang Yahudi/ Israel tidak masuk dalam perhitungan, sehingga mereka menganggap rendah status orang Yahudi.
4. Walaupun bukan Paulus yang mendirikan jemaat Roma, tetapi Paulus berkawajiban untuk menyelesaikan konflik yang ada di jemaat Roma. Dan ini merupakan tindakan preventif (pencegahan agar persoalan tidak berkembang atau menjadi besar). Oleh sebab itu secara tegas Paulus mengatakan kepada jemaat Kristen Non Yahudi tentang eksistensi bangsa Yahudi dalam karya keselamatan Allah sampai terbentuknya gereja. Dalam ayat 25, Paulus mengatakan : Sebab saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai. Kalimat ini sekaligus memberi satu teguran kepada jemaat Kristen asal non Yahudi agar mereka tidak merasa sombong dengan kemurahan Allah yang telah mereka terima terhadap orang Kristen asal Yahudi. Jemaat Kristen asal non Yahudi harus memahami tentang keselamatan universal yang dimulai dari bangsa Israel. Jemaat Kristen Non Yahudi harus memiliki hikmat yang benar.
5. Satu rahasia yang harus diketahui orang Kristen asal non Yahudi yaitu bahwa, pertama : Karena sebagian dari hati orang Israel telah mengeras (tegar), keras kepala sehingga menolak Allah, sehingga Allah telah mengundang orang-orang yang bukan Yahudi menjadi umat Allah. Dan dalam kasih karunia Allah, akan datang penebus dari Sion yaitu Yesus Kristus dan ketika orang-orang itu bertobat, maka Allah akan menghapuskan kefasikan dari mereka, sehingga mereka akan hidup dalam keselamatan. Di sini Paulus mau mengatakan bahwa kegagalan umat israel bukan merupakan akhir bagi mereka, karena ada Yesus Kristus sebagai penebus dosa-dosa mereka. Kedua : Paulus memberikan satu nasehat, memang soal injil mereka (jemaat Kristen asal Yahudi) adalah musuh bagi kamu (jemaat Kristen asal Non Yahudi). Menjadi musuh karena paham Yudaisme yang dikembangkan oleh jemaat Kristen asal Yahudi, tetapi soal pemilihan, mereka dikasihi Allah karena para leluhur (nenek moyang), sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya. Bangsa Yahudi dipanggil dan hidup dalam ikatan perjanjian antara Allah dan Abraham, Isak dan Yakup (Nenek moyang). Panggilan dan perjanjian ini tidak disesali oleh Allah karena memang merupakan keputusan yang dilakukan Allah untuk keselamatan umat manusia. Ketiga : Panggilan dan perjanjian yang diikat Allah dengan umat Israel, sama dengan panggilan dan keselamatan yang diberikan Allah kepada orang-orang di luar bangsa Israel. Orang-orang diluar bangsa Israel mendapat kemurahan Allah. Untuk itu harus dipahami, saat ini mereka tidak taat supaya oleh kemurahan yang telah diterima oleh orang Kristen asal non Yahudi, orang-orang Yahudi yang tidak taat akan menerima dan beroleh kemurahan Allah. Maksudnya, dalam pelayanan dan penginjilan dari orang-orang kristen non Yahudi terhadap orang-orang Yahudi yang tidak taat, sehingga orang-orang Yahudi tersebut akan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka mendapat kemurahan atau belas kasihan dari Allah. Inilah rahasia yang dimaksudkan oleh Paulus.
APLIKASI
Tema kita, menerima kemurahan Allah. Tema ini memberikan beberapa pengertian, pertama : kita diingatkan bahwa kita telah menerima kemurahan Allah. Kemurahan Allah itu adalah keselamatan. Padahal secara perhitungan manusia kita layak dihukum Allah karena dosa dan pelanggaran kita begitu banyak. Akan tetapi Tuhan tidak memperhitungkan semuanya itu. Allah bermurah hati kepada kita, sehingga diselamatkannya kita. Yesus Kristus menanggung semua dosa-dosa kita. Yesus Kristus memperdamaikan kita dengan Allah (1 Yoh.2:2). Kedua : Merima kemurahan Allah bukan berarti kita menjadi egois dan sombong, melainkan sebaliknya kita harus hidup dalam kerendahan hati. Karena siapakah kita ini sehingga kemurahan atau belas kasihan Allah itu diberikan kepada kita. Sebagai orang yang hidup dalam persekutuan bergereja, kita harus menjaga persekutuan kasih dan hormonis, jangan saling menyinggung, memfitnah satu dengan yang lain atau melakukan ketidak adilan kepada orang lain (Nehemia 9:32-37). Tetapi justru kita harus saling menjaga, menolong dan menopang satu dengan yang lain dan melakukan keadilan. Ketiga : Dalam kehidupan kita, kita harus bersyukur kepada Tuhan, sebab tidak terhitung lagi kemurahan Allah dalam kehidupan kita. Ketika kita berada dalam pergumulan dan penderitaan, Tuhan menopang dan menolong kita. Bagitu juga kesuksesan dan keberhasilan kita, itu semuanya karena kemurahan Allah. Keempat : Walaupun kita telah menerima kemurahan Allah, bukan berarti kehidupan kita tidak ada masalah, pergumulan bahkan penderitaan tidak akan kita rasakan. Satu waktu masalah, pergumulan atau penderitaan akan kita rasakan, bahkan berat kita rasakan. Kenapa demikian karena memang iblis tidak inginkan kita hidup dalam pesekutuan dengan Yesus Kristus. Iblis senantiasa akan mencoba menganggu serta memisahkan kita dengan Yesus Kristus, lewat masalah, pergumulan dan penderitaan hidup. Untuk itu kita harus tetap bersekutu dan meminta pertolongan kepada Allah ketika ada masalah, pergumulan dan penderitaan dalam hidup kita.
Pdt. Stevenson Kumenit.
Komentar
Posting Komentar