ALLAH TERMULIA LEWAT CIPTAANNYA (MAZMUR 19:1-7). SERMON PA MAMRE GBKP. 15-21 FEBRUARI 2026

                                                    ALLAH TERMULIA LEWAT CIPTAANYA

MAZMUR 19:1-7

 

LATAR BELAKANG

1.     Firman Tuhan kita ini merupakan Mazmur atau kidung pujian dari raja Daud. Dalam Mazmur ini, Daud mengatakan bahwa Tuhanlah sebagai pencipta langit atau alam semesta ini. Disamping itu juga Daud mau mengatakan bahwa alam semesta ini bukanlah entitas atau suatu wujud yang “bisu”, melainkan entitas ini memiliki “suara” yang menceritakan, memberitahukan atau menyampaikan kemuliaan Tuhan, sehingga manusia boleh memahaminya. Dengan Visual yang ada, manusia khususnya raja Daud bisa memahami apa yang diceritakan oleh langit atau cakrawala. Oleh sebab itu Daud mengatakan bahwa walaupun suara mereka tidak terdengar tetapi gema mereka terpancar ke seluruh dunia, sehingga manusia yang tinggal di belahan dunia mana saja bisa melihat dan mendengar apa maksud cerita itu.

2.     Langit dan cakrawala tak pernah berhenti untuk menyampaikan kemuliaan Allah. Setiap hari, secara bergantian, hari menceritakan kepada hari dan malam menceritakan kepada malam dengan bahasa mereka masing-masing agar dunia ini mengetahui bahwa keindahan langit dan cakrawala itu merupakan hasil buatan tangan Allah.

3.     Langit dan cakrawala mengatakan bahwa Allah yang menciptakan semuanya, sehingga ini menangkal satu anggapan bahwa langit dan cakrawala terjadi dengan sendirinya atau bukan Allah yang menciptakannya.

4.     Dalam dunia kuno matahari disembah sebagai dewa. Akan tetapi dalam mazmur Daud ini, Daud mau mengatakan bahwa sebenarnya matahari adalah bagian dari penciptaan Tuhan, bahkan matahari ikut menceritakan kemuliaan tersebut sehingga tidak patut untuk disembah.

5.     Matahari merupakan agen Allah, bukan saja menceritakan tentang kemuliaan Allah dan pekerjaan Allah, tetapi juga Daud mengatakan bahwa langit dan cakrawala merupakan tenda bagi matahari, ada perlindungan tersendiri bagi matahari. Sehingga matahari sendiri merasa gembira dan senang, seperti pengantin laki-laki yang keluar menjemput pengantin perempuan (matahari terbit dari ujung bumi, berjalan ke ujung bumi yang lain). Bahkan di matahari dipersonafikasikan sebagai pahlawan. Di mana melakukan satu tindakan luar biasa untuk membantu orang lain agar keluar dari ancaman-ancaman penderitaan atau kematian. Jadi bisa dikatakan Matahari diciptakan Allah untuk menolong manusia. Matahari mengutamakan kehidupan seluruh umat manusia. Oleh sebab itu matahari mengitari dunia ini sehingga semua dunia ini termasuk manusia bisa merasakan sinar matahari.

 

APLIKASI

            Dalam firman Tuhan kita saat ini mau mengatakan bahwa Allah yang kita sembah bukan Allah yang pasif, atau Allah yang berdiam diri, tetapi Allah yang aktif yang senantiasa berbicara dengan kita walaupun lewat visual, seperti langit dan cakrawala. Karena lewat langit dan cakrawala termasuk matahari, Allah menyatakan dirinya kepada kita. Sehingga dapat dikatakan bahwa Allah tidak diam dan bersembunyi, tetapi Allah senantiasa berkomunikasi dan menolong kita.

            Kalau kita melihat tentang langit dan cakrawala termasuk tentunya Matahari, ini bagaikan galeri yang memamerkan atau menginformasikan tentang Allah kita. Di mana lewat langit dan cakrawala serta matahari kita bisa mengetahui tentang kemahakuasaan dan keagungan Allah atau kemuliaan Allah. Indahnya dan pertolongan Allah yang terlihat dan dirasakan kita lewat ciptaan Tuhan tersebut memberi satu penjelasan kepada kita bahwa Allah senantiasa beserta kita, dan senantiasa berkomunikasi dan menolong kita. Jadi langit dan cakrawala bukan hanya sekedar pemandangan atau sekedar fenomena alam yang indah atau tempat mendapatkan inspirasi bagi manusia. Dan oleh sebab itu kita bisa melihat banyak orang bisa mendapat inspirasi ketika melihat langit dan cakrawala, banyak tulisan-tulisan, puisi-puisi bahkan lagu lahir dari ciptaan Allah tersebut. Akan tetapi langit dan cakrawala atau alam semesta ini merupakan media Allah menyatakan dirinya kepada kita manusia.

            Memang dalam firman Tuhan, kita bisa lihat bahwa langit dan cakrawala tidak memiliki suara untuk bisa kita dengar dengan telinga manusia, namun dia berbicara dengan lantang betapa agung dan mulianya Allah kita. Dengan kata lain Allah benar-benar termulia lewat ciptaannya. Karena tidak ada satupun manusia atau ilah-ilah lain yang sanggup melakukan atau menciptakan langit dan cakrawala yang begitu indah, bahkan lewat langit dan cakrawala Allah senantiasa memberi kehidupan kepada kita. Oleh sebab itu ketika kita merasa bimbang tentang keberadaan Tuhan, langit dan cakrawala mengingatkan kepada kita bahwa keteraturan alam semesta bukan sebuah kebutulan atau jadi dengan sendirinya, tetapi ada tangan yang melukiskan setiap semburat jingga di kala senja dan menata bintang di malam hari. Tangan itu adalah tangan Allah. Semua yang kita lihat merupakan keagungan atau kemuliaan Allah sehingga kita, hati kita menjadi kuat dan tetapi yakin bahwa Allah itu ada dan senantiasa beserta kita. 

            Dengan melihat bagitu indahnya alam semesta ini, maka kita bisa mendapat satu kesimpulan bahwa dalam Allah menciptakan langit dan bumi berserta isinya (Kej.1 tentang penciptaan) mempunyai maksud dan tujuannya, dan lewat firman Tuhan kita pada saat ini, kita mendapatkan salah satu tujuan Allah yaitu Allah senantiasa beserta kita dan senantiasa berkomunikasi dengan kita, bahkan senantiasa menolong kita. Disamping itu juga Allah memberikan ide-ide atau inspirasi kepada kita untuk memuji dan memuliakan Dia. Karena lewat langit dan cakrawala kita bisa membuat puisi dan lagu untuk memuji Tuhan.     

            Allah termulia lewat ciptaanNya sekaligus mengatakan kepada kita bahwa Allah itu maha agung maha mulia, hanya kepadaNyalah patut kita sembah, hormati dan takut. Dan hanya padaNyalah senantiasa kita memohon pertolongan, dan memohon penyertaan Tuhan kepada kita. Hanya kepada Tuhan saja kita minta hikmat agar diberikannya pengetahuan untuk bisa memuji dan memuliakan Dia dalam segala aspek kehidupan kita.

            

Pdt. Stevenson Kumenit

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHOTBAH MINGGU GBKP II PASSION IV II PERHATIKAN DAN SELAMATKAN AKU TUHAN II MAZMUR 31:15-19

SEISI RUMAH MENYEMBAH KEPADA ALLAH (KISAH PARA RASUL 10:1-2)

LAKUKAN KEADILAN (AMOS 5:7)