KHOTBAH MINGGU GBKP, 15 MARET 2026 II KUASA ALLAH HARUS DINYATAKAN II YOHANES 9:1-12
KUASA ALLAH HARUS DINYATAKAN
YOHANES 9:1-12
===========================
LATAR BELAKANG
1. Firman Tuhan kita berbicara Yesus Kristus menyembuhkan orang buta sejak lahir. Jadi pertanyaan, apa yang mendorong Yesus sehingga tergerak hati Yesus untuk menyembuhkan orang buta tersebut ?. Kalau kita baca ayat 1, waktu Yesus lewat ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Ada dua hal yang harus kita lihat pada ayat satu ini, pertama : Yesus lewat. Ini mengatakan bahwa Yesus berada dalam perjalanan. Tentunya ini harus di lihat dari pasal sebelumnya. Ternyata kalau kita melihat pasal 8:59, di situ dikatakan bahwa mereka (orang Yahudi) mengambil batu untuk melempari Dia (Yesus); tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. Berarti Yesus keluar dari bait Allah dan dalam perjalanan Yesus melihat orang buta sejak lahir. Hal yang kedua kenapa Yesus bahkan murid-murid mengetahui bahwa orang buta tersebut, buta sejak lahir? Ada beberapa faktor untuk menjawab ini, pertama : pada zaman itu , orang yang buta sejak lahir biasanya menjadi pengemis di tempat-tempat strategis, seperti gerban Bait Allah atau jalan utama. Dengan melihat ini berarti kejadiannya dekat Bait Allah. Kedua : Orang buta itu sudah dewasa, kemungkinan besar dia mengemis di tempat yang sama. Ketiga : orang-orang yang disekitar situ bahkan Yesus dan murid-murid-Nya telah mengenalnya. Keempat : siapa sebenarnya nama orang buta tersebut. Memang dalam teks kita serta Alkitab tidak disebutkan, tetapi dalam tradisi gereja khususnya gereja Ortodoks atau beberapa literatur kuno non alkitab mengatakan nama orang buta tersebut adalah Celedonius.
2. Kalau kita melihat lagi ayat satu, di situ dikatakan bahwa Yesus melihat seorang buta. Di sini dengan jelas mengatakan bahwa penyembuhan orang buta tersebut atas inisiatif Tuhan. Bukan karena permintaan dari orang buta tersebut. Berbeda dengan Bartelemeus. Bartelemeus berseru : Yesus, Anak Daud kasihanilah aku (Mrk. 10:48). Sehingga bisa dipahami bahwa anugera Allah diberikan kepada seseorang sering kali inisiatif Allah. Dan ayat dua dan tiga, “Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: ”Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: ”Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia”. Di sini murid-murid Yesus menghubungkan penderitaan dengan dosa. Karena dalam pemahaman orang Yahudi ada beberapa penyakit manusia diakibatkan oleh dosa, baik dosa pribadi maupun dosa orang tua (dosa turunan). Dan buta merupakan salah satu akibat dari dosa. Jadi orang buta karena hukuman Allah karena dosanya. Tetapi jelas Yesus mengatakan bahwa bukan dia dan orang tuanya, tetapi kerana pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Dengan Yesus mengatakan ini, Yesus menolak hukum karma. Yesus dengan tegas menegaskan bahwa kebutaan fisik bukanlah akibat langsung dari dosa. Tetapi bukan berarti juga, Yesus mau mengatakan bahwa orang tua dari orang buta tersebut tidak berdosa, tidak. Hanya saja Yesus harus meluruskan pamahaman yang salah dari murid-murid mengenai penghukuman Allah terhadap seseorang dan penyakit yang diderita seseorang.
3. Sebelum Yesus melakukan penyembuhan kepada orang buta, Yesus memberikan pengajaran kepada murid-murid-Nya agar murid-murid memahami tentang tugas pokok mereka. Mereka bersama Yesus bukan hanya sekedar mengikuti Yesus, tetapi dipersiapkan untuk melakukan tugas-tugas keselamatan. Oleh sebab itu Yesus mengatakan bahwa Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku (ayat 4). Mari kita stresing kata kita. Kata kita berarti kata ganti orang pertama jamak yang berarti bersama. Dengan demikian Yesus mau mengatakan Dia dan murid-murid harus mengerjakan pekerjaan Allah. Selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak seorangpun dapat bekerja. Murid-murid harus melakukan pekerjaan selagi ada waktu dan kesempatan bekerja. Karena ada waktu murid-murid tidak bisa bekarja, yaitu malam hari. Disamping itu juga Yesus mengatakan bahwa Akulah terang dunia (ayat 5). Yesus mau mengatakan bahwa Dialah terang dunia, orang buta yang tidak bisa melihat yang berada dalam kegelapan, akan melihat terang dan akan diselamatkan. Tidak ada penyakit yang ada di dunia ini, yang diderita oleh manusia yang tidak bisa disembuhkan olah Yesus.
4. Setelah Yesus mengatakan demikian, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam. Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. Kesembuhan ini bukan hanya sekedar mujizat yang dilakukan oleh Yesus, tetapi, pertama : Dengan ini Yesus membuktikan bahwa apa yang Dia katakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia adalah terang dunia memang benar. Kedua : Hal yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Yesus. Kenapa demikian, buta sejak lahir dalam bahasa Yunani ek genetes sangat sulit atau mustahil untuk disembuhkan secara medis. Ketiga : Yesus meluruskan pemahaman yang salah yang ada kepada murid-murid-Nya dan kepada seluruh orang Yahudi bahwa orang tersebut bukan karena dosanya atau dosa orang tuanya sehingga Allah menghukumnya. Karena penyembuhan tersebut dilakukan oleh Yesus sendiri yang merupakan Allah yang turun ke dunia.
5. Kesembuhan yang terjadi kepada orang buta, menjadi keheranan bagi masyarakat yang ada disekitar situ, karena mereka memahami bahwa secara medis dan teologis, itu tidak bisa disembuhkan. Sehingga mereka bertanya kepada orang buta yang telah melihat itu, siapa yang menyembuhkan engkau. Bagaimana matamu melek ? (ayat 10), lalu orang buta yang telah sembuh itu mengatakan bahwa Yesuslah yang menyembuhkannya. Bahkan bagaimana cara Yesus menyembuhkannya diceritakannya. Di sinilah letaknya apa yang dikatakan Yesus dalam ayat 3, pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dunia. Kuasa Allah harus dinyatakan agar dunia memahami siapa Yesus sebenarnya.
APLIKASI
Kita harus bersyukur bahwa kita mempunyai Allah yang hidup dan berkuasa. Kita bersyukur bahwa Allah senantiasa memperhatikan kita, dan ketika kita berada dalam pergumulan dan penderitaan, Dia datang untuk menyelamatkan kita. Dia datang untuk membebaskan kita.
Sama seperti yang dikatakan dalam Yesaya 54:11-17, bahwa bangsa Yehuda berada dalam pembuangan, Allah menjanjikan pembebasan, baik fisik maupun kesejahteraan. Ada perlindungan Tuhan bagi bangsa Yehuda (Israel) sehingga musuh yang akan menyerang akan kalah karena kuasa Allah.
Kitapun demikian, karena Allah telah menyelamatkan kita maka kuasa Allah akan tetap menyertai kita, sehingga kuasa-kuasa dunia dan iblis yang akan menyerang kita akan dikalahkan oleh Allah sendiri. Yang penting bagi kita adalah ketika kuasa dunia dan iblis itu menyerang kita, jangan kita menggunakan kekuatan dan kehebatan kita, karena kita akan kalah, tetapi kita minta pertolongan Tuhan.
Jadi pertanyaan kepada kita bagaimana kita menyatakan kepada dunia kuasa Allah dalam diri kita? Perlu kita ketahui dan pahami bukan berarti kuasa Allah harus kita nyatakan dalam hal-hal yang spektakuler tetapi kuasa Allah terlihat dalam transformasi batin dan karakter. Dalam tranformasi atau perubahan batin, ada perubahan dalam diri kita yaitu ketika kita berada dalam masalah dan penderitaan, kita memiliki kekuatan dan ketabahan serta sabar menghadapinya karena kita tahu bahwa Tuhan beserta kita dan menolong kita. Sedangkan transformasi karakter : yang tadinya kita pemarah, egois menjadi sabar dan pengasih. Yang tadinya kita malas ke gereja, menaji rajin ke gereja. Yang tadinya pelit memberi persembahan, menjadi murah hati memberi persembahan. Ini semua kuasa Allah yang harus dinyatakan, karena hanya karena kuasa Allah kita bisa melakukan demikian, sehingga orang lain memahami bahwa kuasa Allah yang ada kepada kita memberi perubahan yang segnifikan sehingga mereka mencari Yesus sang Juru selamat, sama dengan ayat 12, mereka mengatakan dimanakah Dia?
Pdt. Stevenson Kumenit
Komentar
Posting Komentar